Beranda Akses Inflasi Jambi di Bulan Ramadhan Terjaga

Inflasi Jambi di Bulan Ramadhan Terjaga

Bawang Putih (foto: Bara/aksesjambi.com)

JAMBI, AksesJambi.com – Inflasi Mei 2019, perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi mengalami inflasi 0,38 persen (mtm). Sejalan dengan Kota Jambi, Kabupaten Bungo juga tercatat inflasi sebesar 1,60 persen (mtm). Sehingga secara total, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,50 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,89 persen (yoy).

Perkembangan inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan April 2019 yang tercatat inflasi sebesar 0,60 persen (mtm). Secara tahun kalender (Januari-Mei), laju inflasi Provinsi Jambi tercatat inflasi sebesar 0,72 persen (ytd).

Inflasi Provinsi Jambi pada Mei 2019 didorong oleh kelompok bahan makanan menyusul tingginya permintaan pada periode Ramadhan dan menjelang Idul fitri 1440 H. Meningkatnya pendapatan masyarakat melalui THR juga mendorong konsumsi barang-barang dari kelompok inti.

Namun demikian, kelompok administered price mengalami deflasi pada periode laporan menyusul kebijakan pemerintah untuk menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat sehingga mampu menekan laju inflasi kelompok ini.

“Namun komoditas angkutan darat tetap mengalami kenaikan seiring dengan tingginya permintaan menjelang Idulfitri,” kata A. Pandu Wirawan Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi melalui rilis resminya, Rabu (12/6/2019).

Terkait inflasi di Kota Jambi, komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Mei 2019 adalah cabai merah dengan andil 0,14 persen, bawang putih dengan andil 0,09 persen, daging ayam ras dengan andil 0,06 persen, dan angkutan antar kota dengan andil 0,05 persen.

Meningkatnya harga komoditas bumbu-bumbuan terutama disebabkan mulai berkurangnya pasokan pasca berakhirnya masa panen raya di beberapa daerah sentra produksi cabai merah terutama di Pulau Jawa. Tingginya harga bawang putih menyusul terjadinya kelangkaan pasokan pasca terhambatnya izin impor dan membutuhkan beberapa waktu hingga didistribusikan ke daerah Jambi.

Sementara untuk daging ayam ras, kenaikan harga daging ayam ras disebabkan tingginya permintaan. Selanjutnya, penurunan tarif angkutan udara disebabkan oleh penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) maskapai penerbangan yang diturunkan sebesar 12 persen -16 persen sesuai rute penerbangan.

Di sisi lain, komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Bungo adalah jeruk dengan andil 0,30 persen, cabe merah dengan andil 0,19 persen, jengkol dengan andil 0,18 persen dan nila dengan andil 0,17 persen.

“Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, laju inflasi Juni 2019 diperkirakan berada pada kisaran 0,23 persen – 0,63 persen (mtm),” ujarnya.

Sumber tekanan inflasi terutama masih berasal dari komoditas bahan pangan disebabkan masih terbatasnya pasokan sesuai pola musimannya serta tingginya permintaan pada periode Idulfitri. Selain itu, tarif angkutan udara khususnya kategori Low Cost Carrier (LCC) juga terpantau mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. (Kholis)