Beranda Akses Polisi Tangkap 5 Orang Tersangka Jaringan Perdagangan Emas Ilegal di Bungo

Polisi Tangkap 5 Orang Tersangka Jaringan Perdagangan Emas Ilegal di Bungo

JAMBI, AksesNews – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mengungkap kasus perdagangan emas ilegal di Kelurahan Sungai Pinang, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Emas seberat 1,6 kilogram berhasil diamankan dari kasus tersebut.

Polda Jambi awalnya mendapatkan informasi tentang perdagangan emas ilegal dari masyarakat. Lalu, kepolisian tersebut melakukan penangkapan 2 pelaku, Kamis (07/04/2022).

“Anggota kita meluncur ke lokasi yang ditargetkan. Kita mengintai 2 orang yang sudah kita duga membawa emas hasil kegiatan ilegal. Kemudian melakukan penangkapan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Christian Tory, Selasa (12/04/2022).

Kedua pelaku ini kedapatan membawa emas seberat 11 gram hasil penambangan ilegal. Juga mengantongi uang senilai Rp 10 juta.

Sesuai penelusuran tim dari Polda Jambi, para pelaku tersebut sedang mengantarkan emas ke pemodal yang bernama Dimas Pratama (21), warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pria inilah yang menjadi dalang di balik jaringan perdagangan emas ilegal ini.

Dimas memberikan modal pada beberapa orang yang bertugas mencari emas hasil penambangan ilegal. Emas itu kemudian diolah lalu dikirim ke Sumatera Barat untuk dijual.

Dari pengungkapan kasus ini, Polda Jambi mengamankan 5 tersangka, yakni Dimas yang jelas berperan sebagai pemodal, Israq Khaliq (23) warga Sumatera Barat, Hari Joni Hadi (40) warga Jambi, Arfen Suri Hamzah (27) warga Jambi, dan Agustio (19) warga Sumatera Barat.

Sedangkan barang bukti yang diamankan, yakni emas olahan seberat 1,6 kilogram yang didapatkan di rumah Dimas, 11 gram emas olahan yang sebelumnya dibawa 2 tersangka, 4 unit handphone, uang tunai senilai Rp 71.963.000, tungku bakar, 1 unit timbangan elektronik, dan alat cetak emas.

Christian menduga perdagangan emas yang dilakukan para tersangka tersebut sudah lama dilakukan. Hal ini masih diselidiki kepolisian untuk mengetahui kepastiannya.

“Kegiatan ini sudah lama. Kita melihat TKP, dan kondisinya. Tapi, kita lihat hasil penyelidikannya,” ujarnya.

Ia pun mengatakan jaringan yang didalangi Dimas ini tidak terkait dengan perdagangan emas ilegal yang sebelumnya sudah diungkapkan Polda Jambi.

“Ini merupakan jaringan tersendiri. Selain jaringan ini, ada yang sudah kita identifikasi. Jika siap, kita lakukan penindakan. Tentu kita menimbang berbagai resiko juga,” pungkasnya. (Sob/*)