TEBO, AksesNews – Polsek Rimbo Bujang melakukan penindakan terhadap PETI di pinggir sungai Rimbo Bujang yang diduga menjadi penyebab keruhnya air sungai yang melintasi kawasan Taman Wisata Rivera Park.
Operasi ini menanggapi ramainya pemberitaan di beberapa media online tentang keruhnya air sungai dan keberadaan operasi penambangan emas tradisional yang beroperasi di beberapa titik di sekitar aliran sungai.
Dalam operasi penertiban yang melibatkan pihak Kepala Desa Perintis tersebut berhasil memusnahkan 2 titik penambangan liar yang lokasinya berdekatan dengan Taman Rivera Park.
Kepala Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang yang turut hadir di lokasi selain menyampaikan ucapan terimakasih kepada Polsek Rimbo Bujang atas operasi penertiban yang dilakukan di Desa Perintis.
Ia berharap penertiban ini bisa berlanjut, karena aktivitas penambangan ini sudah mencemari sungai dan mengganggu pariwisata dan meresahkan masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan ini membuat kita sadar bagaimana menjaga lingkungan yang ada di desa perintis, karena lingkungan adalah milik kita bersama harus kita jaga dan pelihara dan tidak untuk dirusak dan dihancurkan yang akibatnya akan dapat menimbulkan bencana seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Sementara itu dari pihak pengelola Taman Rivera Park, menyampaikan perihal keruhnya air sungai yang melintasi taman Rivera Park sudah terjadi beberapa kali, dan diduga memang berasal dari praktek penambangan emas tradisional yang ada di beberap titik di sekitar sungai.
Keruhnya air sungai membuat wisatawan yang jauh-jauh datang ke rivera menjadi kecewa, beberapa sekolah yang sudah mengagendakan study wisata di Rivera pun membatalkan rencananya karena kawatir air yang keruh akan berpengaruh terhadap kesehatan anak anak.
Menanggapi operasi penertiban tersebut, pihak Rivera Park memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian yang telah mengambil tindakan.
“Yang kami persoalkan adalah praktek yang merusak alam yang membuat air sungai keruh dan tercemar, terkait dengan masalah minimnya lapangan pekerjaan yang menjadi alasan munculnya PETI di banyak tempat, sudah semestinya pemerintah bisa bersikap bijak dan melihat masalah ini secara komprehensif,” ungkapnya. (Rls/*)



