Beranda Akses 63 Tersangka Peredaran Minyak Ilegal Ditangkap Polda Jambi

63 Tersangka Peredaran Minyak Ilegal Ditangkap Polda Jambi

JAMBI, AksesNews – Tim Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jambi melakukan penangkapan terhadap 10 orang tersangka pengolah minyak ilegal di Jalan Ness 6, Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, pada 6 November 2019 lalu.

Kanit II Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jambi, AKP Sahkan Umagapi mengatakan, pihaknya menangkap para tersangka tersebut di lokasi pengolah minyak ilegal. Satu diantaranya menjadi tahanan kota, karena tengah mengalami sakit jantung dan istrinya lumpuh.

“Iya, itu alasan kenapa dia harus di tangguh jadi tahan kota,” ungkapnya, di Mapolda Jambi, Senin (11/11/2019).

Pihaknya mengaku kesulitan menyimpan barang bukti setelah dilakukan penangkapan oleh tim. “Kalau sudah

Inkracht (berkekuatan hukum tetap) enak, karena sudah ada kerjasama dengan SKK Migas, Jaksa dan Pengadilan. Kalau tangkapan mau taruk dimana selama proses di Jaksa dan persidangan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga berjanji akan menelusuri kemana arah aliran minyak dari para tersangka tersebut. Bahkan, menurutnya tidak menutup kemungkinan mengalir ke perusahaan-perusahaan.

“Kita akan dalami, tidak menutup kemungkinan ke perusahaan juga bisa jadikan,” ungkapnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Thein Tabero mengatakan orang yang ditangkap tersebut terlibat dalam pengolahan minyak yang di kumpulkan dari sumur-sumur minyak yang ada.

“Meraka ini mengempulkan minyak dari yang punya sumur, terus nanti ada yang mengambil setelah minyak jadi,” sebutnya.

Para tersangka tersebut yakni Ari Rahman (61) Kelurahan Paal Lima, Kota Baru (Tahanan Kota) Karena sakit Jantung, Endang Kurniawan (30) warga Desa Petajen, Kabupaten Batanhari, Rohman Sutanto (30) warga Kilangan Batanghari, Jeni Hendrian (37) warga Tanjung Keputran, Muba Sumsel.

Kemudian, Irawan (39) Warga Tanjung Keputran, Muba Sumsel, Putra (23) warga Desa Betung Abab, Kabupaten Pali Sumsel, Sulaiman (48) Bajubang, Ilham (49) Bajubang, Feri Dwi Santoso (28) Bajubang, Risdianto (36) Bajubang.

“Kesemuanya ditangkap di lokasi pengolahan minyak,” katanya.

Meski berhasil menangkap para tersangka tersebut, namun kepolisian tak dapat mengungkap pemilik tungku pengolahan minyak ilegal itu. Tabero menyebut pihaknya masih memburu pemilik tersebut.

“Pemiliknya masih kita DPO kan sampai saat ini,” tegasnya.

Selain mengamankan tersangka polisi juga mengamankan barang bukti berupa, 17 drum berisi minyak tanah olahan, 5 drum BBM Solar olahan, serta alat pemasak minyak mentah.

Namun barang bukti itu tidak bisa diangkut ke Mapolda Jambi, karena tidak ada tempat yang aman untuk mengamankan barang bukti yang sangat mudah terbakar itu.

“BB sekarang dititpkan di Polres Batanghari,” katanya.

Menurutnya, selama tahun 2019, tim Ditreskrimsus Polda Jambi bersasil melumpuhkan 63 orang tersangka dalam Kasus pengolahan minyak bumi tanpa izin alias illegal drilling.

“Sebagian sudah putus, sebagian masih kita tangani,” ucapnya.

Atas perbuatanya, para tersangka dijerat dengan pasal 53 huruf A Undang-undang RI nomor 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas, dengan amcaman paling lama 5 tahun bui dan denda paling banyak Rp 50 miliar. (Bjs/Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi