Beranda Akses Atasi Kabut Asap di Jambi, TNI dan BNPB Tabur 2,4 Ton Kapur...

Atasi Kabut Asap di Jambi, TNI dan BNPB Tabur 2,4 Ton Kapur Tohor

JAMBI, AksesNews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk menghilangkan asap yang timbul akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebanyak 2,4 ton kapur tohor ditebar di Jambi dengan menggunakan pesawat CN-295 A-2901.

Saat ini BNPB terus berupaya menghilangkan kabut asap di sejumlah titik yang terdampak Karhutla di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Selain melalui darat, pemadaman juga dilakukan melalui udara, dengan teknik water bombing.

BNPB juga bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menerapkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk menghilangkan kabut asap.

Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan mengatakan tim gabungan TNI dan BNPB melakukan penaburan Kapur Tohor di sejumlah wilayah di Jambi, antara lain di Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, dan wilayah Sumatra Selatan dan sekitarnya.

“Kalau untuk Jambi, ini sudah ke lima kalinya dan Sumatra Selatan sudah 25 kali. Saat ini, kami akan menaburkan sebanyak 2400 Kg atau 2,4 ton kapur Tohor. Sudah ada sekitar 100 ton kita taburkan di Jambi, Riau dan Sumsel,” sebut Pangdam II Sriwijaya, Jumat (11/10/2019).

Menurutnya, untuk Jambi sudah dilakukan sebanyak 5 kali, 2 diterbangkan dari Riau, dan 3 dari Palembang. Lima kali sudah ditebarkan, semoga dengan hal tersebut bisa meredam titik api bahkan bisa menjadi nol. Titik hotspot saat ini naik-turun, tapi bisa ditekan dibandingkan dengan sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Divisi TMC, Marskal Pertama Basuki Rochmat menegaskan bahwa kapur tersebut ditebarkan di Jambi dan Sumsel. Hal itu dilakukan untuk menciptakan hujan buatan. Meski hujannya bersifat lokal, ada yang 1 jam ada yang hanya 15 menit, yang jelas ini dilakukan untuk menekan terjadinya Karhutla.

“Kapur itu disebarkan untuk memancing matahari menekan udara dan awan yang ada di udara. Kita juga tidak hanya menabur kapur tohor ini, akan tetapi kita harus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui kondisi awan sebelum menabur sehingga bisa efektif dalam menyemai kapur tohor dan menjadi hujan,” pungkasnya. (Bjs/*)