Beranda Akses Terkait Jual Beli Proyek Sistem COD, Sejumlah Pejabat PDK Merangin Diperiksa Inspektorat

Terkait Jual Beli Proyek Sistem COD, Sejumlah Pejabat PDK Merangin Diperiksa Inspektorat

MERANGIN, AksesJambi.com – Heboh terkait pemberitaan jual beli proyek tahun 2023 dengan cara sistem cash on delivery (COD) yang diduga dilakukan oleh RK salah satu oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Kabupaten Merangin, kepada salah satu kontraktor akhirnya berbuntut panjang.

Pasalnya, RK berserta sejumlah pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, termasuk Kepala Diknas, Abdul Gani diperiksa Inspektorat beberapa waktu lalu.

Hal ini dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Peltu) Inspektur Inspektorat Merangin, Sayuti kepada Tim AksesJambi.com, melalui sambungan telepon, Kamis (11/05/2023).

“Pemeriksaan ini kami lakukan atas perintah Bupati melalui Wakil Bupati. Menindaklanjuti hebohnya pemberitaan jual beli proyek dengan cara sistem COD,”Ungkap Sayuti

Sayuti menyebutkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk RK dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin, Abdul Gani. “Kami sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk RK dan Kepala Dinasnya,” sebutnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu pejabat yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin, yang tidak mau disebutkan identitasnya.

“Saya dipanggil untuk dimintai keterangan sejauh mana proses pelaksanaan kegiatan yang ada di bidang itu,” terang Narasumber

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin, Abdul Gani juga membenarkan, bahwa RK dan sejumlah pejabat termasuk dirinya diperiksa Inspektorat.

Namun ia membantah kalau disebut diperiksa. Melainkan melakukan klarifikasi, terkait hebohnya pemberitaan jual beli proyek dengan cara sistem COD yang dilakukan oleh RK oknum pejabat di lingkungan OPD yang dipimpinnya tersebut.

“Bukan diperiksa, tapi klarifikasi terkait hebohnya pemberitaan jual beli proyek dengan cara COD,” pungkasnya.

Ia juga mengatakan, hal seperti itu mungkin semua OPD melakukan, tapi caranya yang lebih halus dan tidak kasar. “Mungkin hampir semua OPD melakukan hal itu, tapi dengan cara yang lebih halus dan tidak kasar,” cetusnya

Ia juga mengakui, sudah melakukan pemanggilan terhadap RK oknum pejabat yang diduga melakukan jual beli proyek dengan cara sistem COD tersebut.

“Saya juga sudah memanggil RK, dan yang bersangkutan sudah mengklarifikasi, bahwa itu tidak benar,” jelasnya (JON).