Beranda Daerah Ruang Isolasi Penuh, Rumah Kosong di Kota Jambi Jadi Alternatif untuk Pasien...

Ruang Isolasi Penuh, Rumah Kosong di Kota Jambi Jadi Alternatif untuk Pasien Covid-19

KOTAJAMBI, AksesNews – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi tengah mengoordinasikan Rukun Tetangga (RT) untuk menyiapkan ruang isolasi bagi warga yang terjangkit Covid-19.

Kebijakan ini diambil menyusul karena kabar ruang isolasi pasien Covid-19 yang ada, hampir tidak lagi tersisa. Sedangkan pasien positif Covid-19 terus-menerus bertambah setiap harinya.

Wakil Walikl Kota Jambi, dr. Maulana menyampaikan bahwa ruangan atau rumah yang kosong di kawasan RT yang tersebar di Kota Jambi, dapat disiapkan sebagai rumah isolasi pasien Covid-19.

“Ketua RT diharapkan agar menyiapkan rumah yang kosong untuk isolasi pasien Covid-19. Jika punya rumah yang memenuhi standar, silahkan digunakan untuk isolasi dalam pengawasan dan kerja sama dengan Dinas Kesehatan,” jelasnya, Sabtu (10/10/2020).

Tidak hanya itu, isolasi mandiri di rumah masing-masing juga dibolehkan untuk yang positif terjangkit Covid-19 tetapi dengan melibatkan RT setempat. Menurutnya, isolasi mandiri sudah diterapkan di sebagian RT yang tersebar di Kota Jambi sebagai percontohan.

“Ada sedikit (warga terjangkit Covid-19) di komunitas. Sedikit ini sebagai pelatihan dan percontohan bagi RT lain, untuk menghindari stigma dan diskriminasi,” katanya.

Isolasi mandiri di rumah, kata Maulana, masih sebagai jalan alternatif. Tenaga kesehatan akan diturunkan untuk mengawasi jalannya isolasi mandiri tersebut.

“Untuk OTG atau Orang Tanpa Gejala, alternatifnya melakukan isolasi mandiri dengan melibatkan Camat, Lurah dan RT-nya. Isolasi mandiri adalah alternatif apabila ruang isolasi sudah penuh,” ungkapnya.

Namun, kata dr. Maulana, jika warga yang terjangkit Covid-19 mengalami gejala yang serius, harus dirawat di rumah sakit untuk perawatan intensif, tetapi ada skala proritas.

Selain itu, dr. Maulana juga mengatakan bahwa untuk orang kaya, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjangkit Covid-19 akibat perjalanan pribadi, biaya perawatan dan isolasi tidak ditanggung oleh pemerintah.

“Pelayanan gratis terkait Covid-19 diprioritaskan pada warga yang kurang mampu. Bagi yang kaya atau ASN dari perjalanan dinas terpapar Covid-19, biaya isolasi tak ditanggung,” pungkasnya. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi