Beranda Akses Tiga Mantan Pimpinan DPRD Jambi Bersaksi di Sidang Asiang

Tiga Mantan Pimpinan DPRD Jambi Bersaksi di Sidang Asiang

JAMBI, AksesNews – Pusaran kasus suap RAPBD 2018 Provinsi Jambi telah menyeret banyak nama besar. Setelah mantan Gubernur Jambi Zumi Zola, mantan Sekda, Asisten dan Kepala Dinas PUPR, kini giliran kontraktor besar Jeo Fandi Yoesman alias Asiang yang diseret ke Pengadilan.

Setelah pekan lalu menjalani sidang dakwaan, kini 8 orang mantan anggota DPRD Provinsi Jambi bersaksi untuk terdakwa Asiang. Tiga diantaranya adalah Pimpinan Dewan kala itu, Cornelis Buston, Syahbandar, dan Chumaidi Zaidi.

Ketiga mantan pimpinan dewan tersebut, dimintai keterangan lebih awal, Kamis (10/10/2019). Dalam kesaksian mereka, para saksi menyebutkan jika para anggota dewan kala itu mengancam memboikot pembahasan RAPBD jika mereka tak dibayar.

Terkait hal itu, Penasehat Hukum Terdakwa Andika Hogowongso menanyakan seberapa serius rencana boikot dari para anggota dewan sehingga para pimpinan tidak mampu meredam rencana para dewan itu. “Seberapa serius rencana boikot akan dilakukan anggota dewan? Tanya Andika.

Cornelis Buston yang saat kejadian itu menjadi Ketua DPRD mengatakan jika ancaman itu cukup serius. Mengingat keinginan mereka disampaikan beberapa kali. “Kalau menurut saya serius. Ada dua kali disampaikan, kalau tidak ada kejelasan (uang ketok palu) tidak usah dibahas,” kata Cornelis mengulang apa yang pernah disampaikan para anggota dewan kala itu.

AR Syahbandar juga mengatakan ancaman itu cukup serius mengingat itu sudah disampaikan sejak dari KUA PPAS.

Cornelis menyebutkan, ancaman para anggota tidak bisa dianggap enteng. Menurut dia, para anggota dewan juga punya kekuatan. “Kita larang mereka ngancam. Kalau gak dilarang ini salah. Ya jadi serba salah,” kata dia.

Dalam sidang ini, Hakim Ketua Victor Togi Rumahorbo kepada para saksi menegaskan jika adanya aliran uang Rp5 miliar yang dialirkan ke fraksi-fraksi di DPRD. Uang itu dipergunakan untuk memuluskan pembahasan RAPBD. Semua saksi, Cornelis Buston, AR Syahbandar, dan Chumaidi Zaidi membenarkan hal itu. (Jk)