Beranda Akses Melalui Media Pembelajaran Dadu Angka, Siswa Senang Belajar Matematika

Melalui Media Pembelajaran Dadu Angka, Siswa Senang Belajar Matematika

JAMBI, AksesNews – Membuat anak-anak jatuh cinta pada matematika tentu bukan perkara mudah bagi seorang guru, namun apa yang dilakukan oleh Arbaiyah ini patut diacungi jempol. Lokasi yang jauh dari kota membuat dirinya berfikir bagaimana membuat media pembelajaran secara murah dan gratis.

Arbaiyah sendiri mengajar di kelas 1 SDN 177/V Terjun Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), sebagai seorang guru dirinya tidak mempermasalahkan kondisi yang ada, seperti keterbatasan media pembelajaran di sekolah, justru dengan keterbatasan melahirkan kreativitas.

“Kalau kita berdiam diri, tentu ya tidak menghasilkan apa-apa. Dari hasil pelatihan program PINTAR Tanoto Foundation, saya mulai berfikir untuk membuat media pembelajaran sederhana, terciptalah dadu angka,” katanya, Rabu (10/04/2019).

Latar belakang Arbaiyah membuat dadu angka yang terbuat dari karton bekas susu formula ini, dikarenakan kalau menggunakan lidi sulit bagi anak, seperti harus menghitung dari awal jika ada yang kurang atau hilang lidinya.

“Apalagi jari mereka kewalahan kalau sudah lewat angka 10, sedangkan menyimpan memori angka besar di kepala lalu melanjutkan angka bilangan selanjutnya juga sulit mengingatnya bagi anak kelas awal,” jelasnya.

Menurut Arbaiyah, cara menggunakan dadu angka adalah sebagai berikut, pertama siapkan lembar karton bekas susu formula, lalu digaris kotak-kotak. Dirinya mengingatkan, sebelum melanjutkan pembelajaran, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah siswa yang ada.

Media yang disiapkan adalah lembar karton bekas susu formula kita pakai yang dalam karton (yang luar tidak digunakan karena ada warna dan gambar), lalu kita garis kotak-kotak (buatlah sampai kotak-kotaknya berjumlah 50 buah) lalu beri angka di awal-awal kotak.

“Setelah kotak-kotaknya terbuat, selanjutnya kita membuat dadunya. Kemudian, membuat 2 pola bentuk kubus, lalu dibungkus karton yang berbeda pada sisinya, agar siswa senang melihatnya,” sebutnya.

Setelah jadi 2 dadu, tulis angka puluhan seperti 23, 32, 13, 31, 26 dan 24. Kemudian dadu satunya ditulis angka satuan. Jangan lupa untuk langkah atau memainkan jalannya adalah serutan pensil atau penghapus. Lalu ada 3 yang mesti disiapkan, satu kotak deretan angka, dadu angka serutan pensil.

“Setelah menjadi menjadi media dadu dan angka, kemudian menjelaskan kepada siswa bahwa untuk penjumlahan langkah maju, pengurangan langkah mundur. Sampaikan juga bahwa menghitung maju atau mundur harus dimulai dari angka puluhan (dadu puluhan),” tambahnya.

Lalu cara kerjanya adalah ketika siswa sudah paham cara kerjanya, lalu dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok berarti bisa menulis soal yang berbeda-beda dari kelompok lainnya, ini salah satu kelebihan dadu angka.

Arbaiyah memberi arahan agar siswa benar-benar bekerja sama di kelompoknya, misalnya belajar berhitung 24+5= … maka angka tersebut juga utk pengurangannya 24-5= …

Ketika sudah selesai kerja kelompok, salah satu anggota kelompok menempel hasil kerja kelompoknya, “saya buat di papan tulis karena ruang yang sempit dan agar terpusat pada satu tempat,” tukas Arbaiyah.

Setelah ditempel, secara bergiliran satu kelompok melihat hasil kerja kelompok lainnya. Letak kelebihan pembelajaran dengan dadu angka adalah soal setiap kelompok rata-rata berbeda dan bervariasi, jadi dengan dadu angka siswa bisa membuat soal sendiri.

“Siswa sangat senang dan bangga, karna bisa membuat soal sendiri dan dijawab sendiri sambil bermain seperti ular tangga,” pungkasnya. (Bahara Jati)