Beranda Akses BI: Inflasi Jambi Tetap Terjaga selama Nataru

BI: Inflasi Jambi Tetap Terjaga selama Nataru

JAMBI, AksesNews – Berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Desember 2021 Provinsi Jambi mengalami inflasi bulanan sebesar 0,48% (mtm). Dengan angka tersebut, maka secara tahunan Jambi mengalami inflasi sebesar 1,66% (yoy) dan secara tahun berjalan tercatat inflasi Jambi sebesar 1,66% (ytd). 

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi, Suti Masniari Nasution mengatakan secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang menyumbang inflasi adalah komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yaitu daging ayam ras sebesar 0,12% (mtm), minyak goreng 0, 1 1 % (mtm), cabai rawit 0,09% (mtm), dan telur ayam ras 0,03% (mtm).

“Secara umum, kenaikan harga daging ayam ras disebabkan karena meningkatnya permintaan dan berkurangnya pasokan di daerah akibat berakhirnya masa panen raya yang telah berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan,” kata Kepala BI Perwakilan Jambi, Suti Masniari Nasution, Senin (10/01/2022).

Sementara itu, berkurangnya pasokan komoditas cabai rawit dan sayuran akibat musim penghujan juga mendorong terjadinya inflasi. Adapun rincian perkembangan inflasi di Jambi adalah sebagai berikut:

Kota Jambi:

Bulanan : Inflasi 0,48% (mtm)

Tahun Berjalan : Inflasi 1,67% (ytd)

Tahunan : Inflasi 1,67% (yoy)

Inflasi utamanya didorong oleh kenaikan harga yang terjadi pada cabai rawit (andil 0, 17%), daging ayam ras (andil 0,16%), minyak goreng (andil 0,13%), bawang merah (andil 0,04%), telur ayam ras (andil 0,03%), bayam (andil 0,03%), semen (andil 0,03%), kontrak rumah (andil 0,02 0/0), kue kering berminyak (andil 0,02%) dan bahan bakar rumah tangga (andil 0,02%).

Kabupaten Bungo:

Bulanan : inflasi 0,45% (mtm)

Tahun Berjalan • inflasi 1,65% (ytd)

Tahunan • Inflasi 1 ,65% (yoy)

Inflasi utamanya didorong oleh peningkatan harga pada komoditas minyak goreng (andil 0,24%), telur ayam ras (andil 0,18%), angkutan udara (andil 0,1 7%), kontrak rumah (andil 0,12%) dan daging ayam ras (andil 0, 10%). 

“Inflasi lebih tinggi tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti cabai merah (andil -0,43%), biaya administrasi transfer (andil -0,02%), kentang (andil -0,01 %), dan sabun mandi (andil -0,01 %),” jelasnya.

Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, tekanan inflasi pada Januari 2022 di Provinsi Jambi diprakirakan tetap stabil dan terkendali. Sumber tekanan inflasi terutama masih berasal dari komoditas bahan pangan yang masih disebabkan oleh berkurangnya pasokan selama musim penghujan. 

“Adanya potensi menurunnya permintaan di masyarakat pasca HBKN Natal dan tahun baru menyebabkan tekanan inflasi masih terjaga di level normal,” jelasnya.

Dalam rangka menjaga inflasi tetap berada pada sasaran yang ditetapkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah melalui TPID dan Tim Satgas Pangan untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif terkait perkembangan inflasi. (Rls/*)