Sindy Novela Bersama Tim Ekspedisi Batanghari Buka Festival Pangabuan 2023

TANJABBAR, AksesJambi.com – Malam ini sedikit berawan tanpa diselimuti bintang-bintang. Tim Ekspedisi Batanghari menghadiri Malam Pembukaan Festival Pangabuan 2023 sebagai lanjutan kegiatan Kenduri Swarnabhumi.

Kegiatan ini dimulai pukul 20.30 WIB di Alun-alun Kuala Tungkal, Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Jambi. Bukan Cuma Tim Ekpedisi Batanghari, turut hadir juga Wakil Bupati Tanjab Barat, Kepala Dinas Pariwisata Tanjab Barat, Direktur PMM Kemendikbudristek RI, Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik Propinsi Jambi, Kepala BPK Wilayah V, Cristine Hakim (Artis kelahiran Tungkal), Selasa (08/08/2023) kemarin.

Malam Pembukaan ini diawali oleh Tarian Silat dan INAI Kreasi yang disusul menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sindy Novela-Puteri Indonesia Jambi 2023 sekaligus aktivis lingkungan yang fokus pada advokasi pelestarian dan pemulihan sungai turut membuka acara secara resmi.

Menurut Sindy, malam Pembukaan ini bukan hanya seremonial semata, melainkan bentuk nyata bagi advokasi lingkungan berkelanjutan dan pengingat bagi seluruh pihak yang terkait khususnya masyarakat Jambi, bahwa Sungai Batanghari merupakan “kehidupan” rakyat Jambi warisan leluhur.

“Semenjak kampanye kehidupan ‘darat’ dan ekspansi perkebunan sawit era Orde Baru, rakyat Jambi mulai acuh tak acuh pada Sungai Batanghari. Akibatnya, rusaknya eksositem Sungai berdampak langsung pada kehidupan dan kebudayaannya sendiri,” tambahnya.

Gubernur Jambi melalui perwakilannya H. Husaidi-Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik Propinsi Jambi turut menyampaikan pesan peradaban Sungai Batanghari bisa menjadi pemajuan kebudayaan berkelanjutan. Nilai pelestarian lingkungan bisa terus menjaga Sungai Batanghari yang menjadi kebanggan Jambi,” ujarnya.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk turut andil dalam mengatasi masalah lingkungan, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan,” imbuhnya.

Peradaban sungai yang dulu ada di Jambi merupakan warisan leluhur cermin dari hubungan manusia dan alam yang berkesinambungan. Baik disengaja maupun tidak, rakyat Jambi pada dasarnya merupakan penjaga dan pelestari Sungai Batanghari itu sendiri, sebelum ekspansi perkebunan besar sawit dan tambang emas tradisional eksis yang mulai mengikis keasrian sungai tersebut. (Rls/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here