Beranda Akses Kisah Tukang Sol Sepatu di Jambi yang Bersedekah Setiap Jumat

Kisah Tukang Sol Sepatu di Jambi yang Bersedekah Setiap Jumat

KOTAJAMBI, AksesNews – Menghindari hutang koperasi yang riba’ Hasanudin dan Yanti beralih ke sedekah berupa kue dan minuman untuk jemaah sholat Jumat.

Hasanudin dan Yanti Pasangan suami istri yang tinggal di Kenali Asam Bawah, Kota Jambi ini saat ini setiap Jumat memberikan jajanan kue dan es kepada jemaah masjid At Taqwa secara gratis.

Hasanudin yang bekerja sebagai tukang sol sepatu dan Yanti yang bekerja penjual kue keliling. Hasanudin mengatakan dirinya dulunya kerap meminjam uang ke koperasi keliling dengan bayaran setiap hari sebesar Rp 400 ribu.

“Uang yang dipinjam dari Koperasi itu saya gunakan untuk kebutuhan hidup dulu. Sering saya pijam dulu tapi lama-lama seperti kurang berfaedah dan sekarang saya memilih berbagi, alhamdulilah berkat menghindari riba’ itu rezeki malah lancar,” katanya, Jum’at (09/08/2019).

Bapak tiga orang anak itu, memulai sedekah dengan berbagi makanan dan minuman di masjid itu sudah dua bulan setengah. “Sudah 10 jum’at ini berbagi seperti ini berbagi dan para jamaah banyak yang berterimakasih,” ungkapnya.

Dia mengaku, setiap harinya ia menyisihkan sebagian penghasilannya dari sol sepatu sebesar Rp 30 sampai Rp 50 ribu. “Sehari kadang bisa mencapai 10 pasang, setiap pasang nya harganya Rp 10 ribu,” sebutnya.

Uang itu ia kumpulkan dari Sabtu sampai Kamis kemudian di kumpulkan. “Kalau setiap jum’at untuk beli kue dan minuman Rp 300 ribu,” tandasnya

Dari kerjaan sol sepatu itu ia bisa menyekolahkan anaknya hingga tamat sma sebanyak dua orang dan satu masih SMP. “Yang dua sudah menikah dan alhamdulialh tamat sma semua, dan satu lagi ini masih kelas I SMP 18 Kota Jambi,” ungkapnya.

Menjadi tukang sol sepatu di Pasar Impres Kasang sejak 1998 setiap harinya sejak pukul 08.00 wib hingga pukul 16.00 WIB. “Jam 11.30 pulang makan, solat dan jam 14.00 kembali lagi ke lokasi sol,” tandasnya.

Sementara itu, sang istri Yanti yang bekerja berjualan kue yang setiap kuenya ia hanya mendapatkan persenan sebesar Rp 250 rupiah saja itu.

“Saya cuman ngambil kue dari orang terus saya jual keliling kadang habis kadang juga gak. Jualan dari pagi sampai habis kadang siang habis,” ungkapnya.

Dia mengaku berjualan sejak 1998 di Kenali dengan berkeliling. “Menyisakan uang jualan sekitar Rp 10 perhari untuk di jumat seperti ini,” pungkasnya. (Bjs)

DRadio 104,3 FM Jambi