Beranda Akses Kenalan Melalui Medsos, Pemuda Pengangguran Setubuhi Gadis Belia

Kenalan Melalui Medsos, Pemuda Pengangguran Setubuhi Gadis Belia

SUNGAIPENUH, AksesJambi.com – Gadis belia berinisial TS (16) warga Kecamatan Air Hangat Timur Kota Sungai Penuh tidak menyangka perkenalannya melalui media sosial Facebook dengan pemuda berinisial EG (18) asal Kota Sungai Penuh akan berujung petaka.

Awalnya sekedar pertemanan di Facebook pada bulan Oktober 2018, lalu berlanjut ke hubungan asmara dan semakin intens berhubungan pada Februari hingga Maret 2019, dari hubungan inilah EG mulai berniat jahat.

Untuk yang pertama kali EG merayu dan mengajak TS agar mau melakukan hubungan intim layaknya sepasang suami istri di sebuah gubuk tua di perladangan. Saat melakukan hubungan tersebut, pria pengangguran malah mendokumentasikan tubuh TS tanpa busana melalui HP nya.

Dari Hasil photo tersebut dijadikan EG sebagai senjata untuk mengancam TS, agar mau melakukan hubungan intim sesering mungkin sesuai keinginan EG. Jika TS tidak mau maka EG mengancam akan menyebarkan photo TS tersebut ke media sosial.

Sebelum berhasil diungkap pada Maret lalu, Remaja ini sudah tiga kali berhasil merayu TS untuk memenuhi nafsu bejatnya.

Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto melalui Kanit PPA, Iptu Ragil Titi Sari saat ditemui, Senin (8/4/2019), membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, kejadian ini terungkap setelah pihak keluarga melihat photo korban yang vulgar tersebar di Facebook. Karena merasa tidak senang maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut.

BACA JUGA: Tega, Seorang Ayah di Jambi Setubuhi Anak Kandungnya Sendiri Berkali-kali

Beradegan Layaknya Film Porno, Seorang Ayah Tega Gauli Kedua Putrinya

“Pihak keluarga korban mengetahui, setelah melihat photo vulgar TS yang disebar luaskan pelaku EG di Facebook. Lalu membuat laporan, laporan korban kemudian ditindak lanjuti polisi,” jelas Iptu Ragil.

Lebih lanjut Kanit PPA menambahkan setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan visum, pelaku lalu diamankan karena terbukti melakukan pencabulan dan pemerkosaan.

“Saat ini pelaku telah kita amankan, dan dalam waktu dekat kasusnya akan kita limpahkan ke Kejari,” tutupnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal Primer 76 D, junto pasal 81 ayat 1 subsider pasal 76 D, pasal 81 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 5 tahun sampai 15 tahun Penjara dan denda 5 milliar rupiah. (Jnf)