Beranda Akses Lokasi Pembalakan Liar Terbesar di Jambi Digerebek, 3 Pelaku Diamankan

Lokasi Pembalakan Liar Terbesar di Jambi Digerebek, 3 Pelaku Diamankan

Tim Gakkum KLHK, TNI, dan Polri menggerebek lokasi penebangan liar di Jambi. Foto: Dok. KLHK
Tim Gakkum KLHK, TNI, dan Polri menggerebek lokasi penebangan liar di Jambi. Foto: Dok. KLHK

JAMBI, AksesNews – Tim Gabungan yang terdiri dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terus bergerak menyisir dugaan illegal logging di sejumlah daerah. Kini wilayah yang disasar Jambi.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengaman Hutan Gakkum KLHK Sustyo Iriono mengatakan, Tim Gakkum KLHK, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Korem 042/Garuda Putih, Polda Jambi dan Balai TN Berbak Sembilang melakukan operasi penindakan pembalakan kayu ilegal (illegal logging) di Kawasan Hutan Sungai Gelam, Muaro Jambi.

Lokasi ini berbatasan dengan wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Penindakan ini dimulai pada 1 September 2020 dan terus berlangsung hingga saat ini.

“Tim Gabungan berkekuatan 100 personel berhasil mengamankan 3 (tiga) orang pelaku dan menghancurkan ±50 m3 kayu ilegal serta sarana prasarana yang digunakan pelaku pembalakan liar,” jelas Sustyo, Senin (07/09/2020) kemarin.

Menurutnya, lokasi operasi merupakan salah satu lokasi terbesar kegiatan pembalakan liar di Jambi dan wilayah yang sangat rawan kebakaran hutan. Operasi dilaksanakan pada 1 September 2020 dan akan berlangsung selama 10 hari. Tim gabungan dilepas dalam apel yang dipimpin oleh Danrem Garuda Putih 042 Brigjen TNI M. Zulkifli.

“Dalam kondisi medan yang berat, bergambut dan hujan, Tim opsgab melakukan penyergapan dan menemukan 3 orang pelaku di lapangan,” jelasnya.

Ketiga pelaku selanjutnya diamankan ke MAKO SPORC KLHK Brigade Harimau di Jambi untuk dilakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan oleh PPNS Gakkum LHK dan PPNS Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

Selain mengamankan pelaku, Tim Opsgab menghancurkan kayu hasil illegal logging yang ditemukan sebanyak ±50 meter kubik dalam bentuk log dan kayu balok. Sarana prasarana pembalakan liar berupa rel pengangkutan kayu sepanjang ±2 Km, jembatan akses pembalak liar, dan ±20 pondok kerja juga dihancurkan.

Selain itu, Sustyo juga mengatakan bahwa untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, Tim Opsgab juga mengamankan ± 8 metee kubik kayu balok serta alat pembalakan liar berupa chainsaw dan peralatan lainnya yang terkait dengan pelaku yang diamankan.

“Kegiatan operasi ini merupakan upaya penyelamatan SDA di wilayah Sumatera khususnya Prov. Jambi, karena hasil monitoring kami, lokasi operasi yang berada di perbatasan Jambi dan Sumsel merupakan wilayah yang sangat rawan pembalakan liar dan karhutla,” bebernya.

Tim Gakkum KLHK, TNI, dan Polri menggerebek lokasi penebangan liar di Jambi. Foto: Dok. KLHK
Tim Gakkum KLHK, TNI, dan Polri menggerebek lokasi penebangan liar di Jambi. Foto: Dok. KLHK

Sustyo menjelaskan, operasi di hulu ini merupakan lanjutan setelah operasi di hilir yang dilakukan di industri penampung Kota Tangerang pada bulan Agustus lalu.

“Saat ini dan ke depan kami akan terus melakukan operasi-operasi di kawasan hutan yang menjadi sumber kayu ilegal,” tambah Sustyo.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Bestari, menambahkan bahwa keberhasilan operasi ini berkat dukungan dan sinergitas antara Kementerian LHK, Dinas Kehutanan Prov Jambi, Kepolisian dan TNI.

“Selanjutnya hasil operasi ini akan kami tindak lanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan bersama dengan Ditjen Gakkum LHK untuk mengungkap pemodal yang membiayai kegiatan pembalakan liar di wilayah tersebut,” tutup Bestari.

Sementara itu, menurut Dirjen Gakkum LHK, Rasio Ridho Sani, Pembalakan liar adalah kejahatan yang luar biasa. Kejahatan ini menyebabkan banyak kerugian bagi negara dan masyarakat baik kerugian ekonomi maupun ancaman bencana ekologi seperti Banjir, longsor, kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

“Jadi sudah sepantasnya pelaku dihukum seberat-beratnya, apalagi aktor utamanya penampung maupun pemodal. Kita perlu menindak tegas pelaku-pelaku illegal logging karena mereka seringkali terkait dengan kebakaran hutan baik untuk menghilangkan bukti maupun untuk merambah kawasan hutan untuk kebun. Kami tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan luar biasa ini,” tegas Rasio Sani.

SUMBER: KumparanNews

DRadio 104,3 FM Jambi