Beranda Akses Pantai Pengabuan Jadi Budidaya Kerang Dara

Pantai Pengabuan Jadi Budidaya Kerang Dara

TANJABBAR, AksesNews – Sebanyak 4 ton kerang dara yang dalam bahasa latinnya, dinamakan anadara granosa ditebarkan disepanjang pesisir pantai Muara Sungai Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Kamis (08/08/2019).

Penebaran kerang tersebut, dilakukan dalam upaya untuk menjaga kelestarian habitat kerang dara di Perairan Tanjung Jabung Barat yang produksinya sudah mulai jauh berkurang.

Kegiatan penebaran kerang yang digagas oleh Ketua Yayasan Budhi Luhur, Budi Hartono Kusuma dan bekerjasama dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tanjabbar, juga diikuti oleh Kasad Pol Air Iptu. Syaiful dari Polres Tanjab Barat, Kabid Perikanan Tangkap Hapriansyah, S.St.Pi dan pejabat Satwas SDKP Tanjabbar Anton Suanda, S.Pi.

Dalam penebaran kerang tersebut, rombongan bergerak dari Pelabuhan TPI Kuala Tungkal menggunakan speedboat milik Pol Airud dan juga menggunakan Pompong Nelayan menyisir sepanjang Pantai Sungai Pengabuan dari sore hingga malam.

Ketua HNSI Syuprayogi Syaiful, S.IP mengatakan, bahwa kegiatan penebaran kerang dara tersebut merupakan restocking untuk mempertahankan habitat kerang di wilayah perairan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Daerah Kuala Tungkal ini kan terkenal sebagai penghasil kerang di Provinsi Jambi, namun beberapa tahun terakhir produksi kerang kita sudah mulai berkurang, maka dari itu kita berinisiatif untuk mengembalikannya seperti dahulu lagi,” ungkapnya.

Disampaikannya juga, semoga Pemerintah dapat merespon kegiatan seperti ini, dan juga berharap untuk lebih berinovasi dalam upaya untuk mensejahrakan kehidupan nelayan di Tanjabbar.

Sementara itu, Budi Hartono Kusuma yang akrab disapa Joni ini, berencana kegiatan penebaran kerang dara dalam waktu dekat akan kembali dilaksanakannya di daerah Pantai Pangkal Babu yang merupakan wilayah terdapat hutan mangrove.

“Dan kita berencana kedepannya untuk melakukan budidaya kerang di kawasan tersebut kalau memang kawasan itu cocok,” katanya.

Dirinya berkesimpulan kalau persediaan kerang dara ini banyak seperti dulu, ia yakin Kuala Tungkal ini tidak perlu lagi mendatangkan kerang dari luar daerah dan nelayan punya penghasilan lain disamping hasil tangkapan ikan. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi