Beranda Advertorial Kemenperin Dorong Pembangunan IKM Kelapa Terpadu Tanjabbar

Kemenperin Dorong Pembangunan IKM Kelapa Terpadu Tanjabbar

TANJABBAR, AksesJambi.com – Pemerintah kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) bekerjasama dengan kementrian perindustrian menggelar pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) kelapa terpadu.

Kementerian Perindustrian dan pemerintah Kabupaten Tanjabbar terus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam arahannya Bupati Tanjabbar menyampaikan kepada para peserta pengembangan IKM Kelapa terpadu bahwa kelapa merupakan tanaman multi guna karena seluruh bagian tanamannya dapat di manfaatkan bagi para petani kelapa.

“Kelapa yang paling efektif adalah dengan pemberdayaan dan menciptakan model teknologi,” kata Safrial, Senin (8/4/2019).

Lebih lanjut Safrial mengatakan luas perkebunan kelapa lokal yang ada di Tanjabbar kurang lebih 54.737 hektar dengan jumlah produksi kurang lebih 51.066 Ton serta harga jual kelapa lokal yang sangat murah yaitu 1.000 rupiah perbuah.

“Untuk luas kelapa di tanjabbar 54.737 hektar akan tetapi harganya sangat rendah untuk di jual,” tegasnya.

Safrial berharap atas nama pemerintahan Kabupaten Tanjabbar agar bekerja semaksimal mungkin untuk mengolah kelapa menjadi bahan jadi yang mempunyai nilai tambah baik secara finansial maupun keilmuan.

“Sudah waktunya untuk mulai mengubah pola masyarakat petani kelapa untuk menjadikan kelapa sebagai primadona dan dapat di manfaatkan lebih banyak khususnya di daerah Tanjabbar,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Endang Suwartini selaku direktur IKM, mengatakan pengembangan IKM kelapa terpadu di Kabupaten Tanjabbar bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditi kelapa melalui diversifikasi produk olahan kelapa maupun produk sampingannya.

Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku agribisnis kelapa.

“Apabila kita lihat pohon kelapa, dari akar sampai daun dan buahnya dapat diproduksi dan diolah oleh industri kecil dan menengah,” kata Endang.

Lanjut Endang menjelaskan, kegiatan pengembangan IKM kelapa terpadu di Kabupaten Tanjabbar terdiri dari tiga jenis kegiatan utama yaitu pengembangan produk pangan berbasis kelapa, pengembangan IKM arang tempurung kelapa, dan peningkatan kemampuan IKM permesinan Teknologi Tepat Guna (TTG) pendukung pengolahan kelapa.

Kegiatan fasilitasi pengembangan produk pangan berbasis kelapa dilaksanakan melalui bimbingan teknis pengembangan produk pangan berbasis kelapa kepada 25 orang industri kecil dan fasilitasi mesin/peralatan IKM pengolahan minyak kelapa yang terdiri dari mesin parut kelapa serta mesin peras santan kelapa.

“Pengembangan IKM arang tempurung kelapa melalui bimbingan teknis produksi dan kewirausahaan IKM arang tempurung kelapa kepada 25 orang industri kecil dan fasilitasi mesin/peralatan pengolahan arang tempurung yaitu alat pembakar tempurung kelapa. Sedangkan Peningkatan kemampuan IKM permesinan TTG pendukung pengolahan kelapa melalui fasilitasi mesin/peralatan bagi ikm permesinan teknologi tepat guna yang terdiri atas alat bending plat, alat bending pipa, alat potong plat, ragum dan genset.

Menurut Endang, Industri Pengolahan Kelapa di Indonesia saat ini cukup berkembang di beberapa wilayah seperti Riau, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung.

“Wilayah yang cukup potensial dalam mengembangkan industri pengolahan kelapa di Provinsi Jambi adalah Kabupaten Tanjabbar, karena terdapat lahan perkebunan kelap yang sangat luas.” jelasnya.

Endang juga menjelaskan Kabupaten Tanjabbar adalah penyuplai kelapa yang cukup tinggi. Data BPS tahun 2017, menunjukkan bahwa luas real perkebunan kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah yang terluas di Provinsi Jambi yaitu seluas 58.521 Ha atau 49,44 persen dari total perkebunan kelapa di Provinsi Jambi (118.350 Ha).

Lahan perkebunan kelapa yang luas, tentunya mempunyai potensi industri kelapa yang sangat besar, Saat ini, produk yang dihasilkan dari kelapa antara lain kopra, kayu kelapa, sabut kelapa, minyak kelapa dan arang aktif.

“Sebagian besar pengolahan dilakukan pada skala rumah tangga dan kelompok kecil di setiap kecamatan,” ungkapnya.

Selanjutnya Kemenperin mencatat, Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia diatas Filipina, India, Srilanka, Brazil. Menurut data 8PS, tahun 2017 kelapa menempati areal seluas 3,65 juta ha atau 14,58 persen dari 25,05 juta ha total areal perkebunan di Indonesia, dengan total produksi tanaman kelapa sebesar 2.87 juta ton. Berdasarkan data Asian and Pasific Coconut Community (2018) jumlah petani terlibat dalam agribisnis kelapa sebanyak 5,09 juta rumah tangga.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan tanda peserta Bimtek dan penyerahan secara Simbolis bantuan peralatan dari Kementerian Perindustrian kepada Bupati Tanjabbar yang sselanjutnya diserahkan kepada pelaku usaha IKM kelapa terpadu. Kemudian dilanjutkan peninjauan Fasilitas mesin/peralatan pengembangan IKM terpadu oleh Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Endang Suwartini didampingi Bupati dan Wakil Bupati, Sekretaris Koperindag Provinsi Jambi dan Kadis Koperindag Tanjabbar. (Humas/Andika)