Beranda Advertorial Proyek Pembangunan Flyover Simpang Mayang Berlanjut T.A 2020

Proyek Pembangunan Flyover Simpang Mayang Berlanjut T.A 2020

JAMBI, AksesNews – Sempat batal dan akan dilimpahkan ke pemerintah pusat, proyek besar untuk mengatasi kemacetan di Simpang Mayang, Kota Jambi mulai direncanakan lagi pembangunannya.

Sebelumnya, rencana pembangunan flyover oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi menemui jalan buntu. Pasalnya, hingga akhir 2018 lalu, proses lelang belum juga terlaksana sesuai jadwal yang telah dibuat.

Padahal saat itu, target pengerjaan proyek multy years itu akan mulai dikerjakan tahun 2018 akhir dan direncanakan selesai pada tahun 2019 ini. Selain itu, banyaknya proses-proses lainnya yang belum terselesaikan membuat proyek tersebut dibatalkan.

Selain itu, proyek tersebut juga direncanakan akan dilimpahkan ke pemerintah pusat karena minimnya anggaran. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membangun flyover di Simpang Mayang.

Pembangun flyover tersebut, sebenarnya sudah direncanakan sejak beberapa tahun silam. Namun, masih banyak kendala dalam proses pembangunannya, terutama pembebasan lahan.

Seiring berjalannya waktu, kini Pemprov Jambi melalui Dinas PUPR Provinsi Jambi kembali melanjutkan mewacanakan pembangunan jembatan layang tersebut untuk mengurai kemacetan di Kota Jambi.

Kota Jambi saat ini, menurut Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, M. Fauzi, sudah harus ada jembatan layang untuk mengurai kemacetan. Pada titik tertentu yang rawan kemacetan, perlu dibangun. Alasannya untuk mengatasi terjadinya kemacetan arus lalulintas.

“Flyover ini merupakan pertama yang akan dibangun di Provinsi Jambi dengan panjang sekitar 800 meter. Menghubungkan ruas jalan Simpang Tugu Juang-Simpang STM Atas pada kawasan Simpang Mayang, Kota Jambi,” kata Fauzi, Rabu (07/08/2019).

Nantinya, Jalan layang tersebut akan dibantu dengan dua jalur. Pengguna jalan baik dari Tugu Juang dan STM Atas, tidak perlu tertahan lagi di lampu merah Simpang Mayang.

Diharapkan nantinya juga akan menjadi ikon baru Provinsi Jambi. Rencana pelaksanaan tender dilakukan bulan November 2019 dan akan mulai dilakukan ground breaking pada Januari 2020.

“Saat ini masih dalam proses semuanya, nanti tinggal menunggu persetujuan DPRD Provinsi Jambi. Semua pesiapan sudah kita laksanakan, kalau Dewan menyetujui, kita sudah siap,” jelasnya.

Untuk anggaran pembangunannya, kata Fauzi saat ini belum final. Perencanaan biaya pembangunan Flyover tersebut, mencapai Rp 198 Miliar yang akan dilakukan dalam satu tahun anggaran yakni di APBD murni tahun 2020.

“Begitu ketok palu, kita langsung lakukan tender segera agar jadwalnya pas. Kita targetkan pertengahan Desember tahun 2020 bisa selesai. Ekspose rencana pembangunan Flyover ini juga telah disampaikan dan disetujui oleh Gubernur,” ungkapnya.

Secara menyeluruh, menurutnya, Gubernur Jambi Fachrori Umar sangat mendukung dan meminta agar pelaksanaannya kelak selesai sesuai dengan jadwal dan spesifikasi yang baik.

“Kami sampaikan beberapa rencana rekayasa lalu lintas serta permasalahan-permasalahan potensial yang akan dihadapi pada saat pelaksanaan konstruksi, termasuk dampak lingkungannya,” jelasnya.

Disebutkan, data teknis Jembatan diketahui panjang Fly Over mencapai 389,9 meter atau 12 bentangan. Lebar Jembatan 14,5 Meter. Lebar lajur 4×3.0 M, lebar bahu 4×0,25 Meter.

“Terkait pembebasan lahan lokasi Flyover, saat ini masih ada tiga titik yang belum selesai. Namun tahun ini terkait pembebasan lahan sudah selesai. Jadi ketika pihak ketiga bekerja nanti, sudah tidak ada lagi kendala soal lahan,” pungkasnya.

Berikut Visualisasi Animasi Flyover yang Telah Dipublikasikan:

(Bahara Jati)

DRadio 104,3 FM Jambi