Beranda Akses Meski Masih Pelajar Tersangka Pembacokan Tetap Diancam Hukuman Berat

Meski Masih Pelajar Tersangka Pembacokan Tetap Diancam Hukuman Berat

JAMBI, AksesNews – Meski terbilang remaja, namun para tersangka pembacokan terhadap supporter tim futsal SMAN 7 Jambi, yang mengakibatkan korban jiwa beberapa waktu lalu, tetap bisa dihukum berat. Hal tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jambi, Kombes Pol Dover Christian, Selasa (06/04/2021)

Dover mengatakan, bahwa ini adalah kasus penganiayaan berat yang dilakukan oleh 6 orang pemuda. Walaupun masih pelajar, mereka sedang menunggu ancaman hukuman yang berat.

“Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Untuk tersangka AS dikenakan Pasal 355 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat yang direncanakan dan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara dengan pasal penyerta,” ujarnya.

Sedangkan tersangka lain berinisial MZ, RK, FR dan MA dikenakan pasal yang sama, serta Pasal 55 dan 57 KUHP dengan ancaman hukuman pokok dikurangi sepertiganya.

Disampaikan Kombes Pol Dover Christian, kasus ini terjadi pada tanggal 29 Maret 2021, usai pertandingan futsal, di Gedung Olahraga (GOR) Kota Baru, Kota Jambi.

Sebelumnya, sempat terjadi keributan dan adu mulut antara supporter tim yang bertanding. Tidak terima kekalahan dan ejekan, para tersangka dalam kasus ini, mulai mengintai korban dan berencana melakukan kekerasan.

“Tersangka berinisial MZ, mengajak para rekannya berinisial AS, RK, FR dan MA berkumpul di kawasan Arizona dekat SMPN 8 Kota Jambi, dengan tujuan mengambil senjata tajam berupa parang panjang di rumah MA. Parang itu digunakan untuk melakukan pembacokan terhadap korban,” ujarnya.

Sekitar Pukul 18:30 WIB, kata Dover, para tersangka melihat para suporter tim futsal yang menjadi target, melewati lorong kawasan Arizona, dekat dengan tempat para tersangka berkumpul. Mereka lalu mengendarai sepeda motor untuk mengejar target.

“Dengan sepeda motor, para tersangka menghentikan kendaraan korban bernisial DL dan SR. Selanjutnya, AS dengan menggunakan senjata yang dibawanya menebas punggung DL, korban berhasil kabur,” katanya.

Setelah itu, korban berinisial SR mendapatkan luka serius di bagian kepalanya, akibat tebasan dari tersangka AS. Tebasan itu, kelak membuatnya meninggal dunia.

“Setelah melakukan aksinya satu pelaku utama berinisial AS kabur melarikan diri ke Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan namun akhirnya berhasil ditangkap,” lanjut Dover.

Korban SR yang merupakan pelajar SMA Negeri 7 Jambi. Ia mengalami luka bacokan pada bagian kepalanya. Sempat dirawat ke RSUD Raden Mattaher Jambi selama 3 hari. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan korban berinisial DL yang juga merupakan pelajar SMA Negeri 7 Kota Jambi mengalami luka serius di bagian punggung. Tidak membuat meninggal dunia, tetapi luka di punggung terbilang berat.

Kedua korban ini, selain pelajar di SMA Negeri 7 Jambi, juga merupakan warga Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi.

Pengamanan para tersangka dalam kasus ini belum selesai. Polresta Jambi masih memburu tersangka yang berinisial MY.

“Saya tegaskan, untuk tersangka MY, lebih baik menyerahkan diri, karena sampai kapanpun akan tetap kami cari dan dimintakan pertanggung jawabannya,” pungkasnya. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi