Beranda Akses Polisi Tangkap Dalang Illegal Logging di Jambi

Polisi Tangkap Dalang Illegal Logging di Jambi

JAKARTA, AksesNews – Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menangkap satu orang berinisial M (42), pada Selasa 30 Juli 2019 lalu di Bandung, Jawa Barat. Tersangka merupakan dalang dari illegal logging atau pembalakan liar di dalam Kawasan Hutan Jambi dan Sumatera Selatan.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dalam melaksanakan aksinya, tersangka memiliki pekerja-pekerja lebih dari 40 orang yang digaji untuk melakukan penebangan pohon di dalam Kawasan Hutan Jambi dan Sumatera Selatan. Hasil penebangan tersebut, diolah di dalam hutan menjadi kayu olahan dengan beragam ukuran.

“Kayu olahan tersebut dialirkan melewati parit yang bermuara di dekat gudang tersangka yang berada di Dusun III Pancuran, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan,” kata Dedi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (06/08/2019).

Selain itu, Dedi juga menjelaskan, dari gudang tersangka, kayu-kayu hasil pembalakan liar tersebut dijual kepada pembeli-pembeli di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan. Kegiatan ini juga sudah berlangsung sejak 2015. Sebelum melakukan penangkapan, pihaknya lebih dulu menyelidiki M sejak 13 Mei 2019.

Kemudian, pada Sabtu 20 Juli 2019, pihaknya melakukan penindakan di areal parit atau kanal tempat penumpukan kayu-kayu milik Tersangka M. Karena, saat itu ditemukan kayu olahan berbagai macam jenis dengan ukuran lebih dari 2000.

“Dalam penindakan tersebut penyidik menemukan pekerja tersangka M yang sedang bekerja memindahkan kayu dari dalam parit, serta mobil-mobil truk yang sedang memindahkan kayu olahan dari tempat penumpukan ke gudang tersangka,” jelasnya.

Saat ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi yang merupakan para pekerja pembalakan liar. Untuk tersangka M sendiri sudah langsung dilakukan penahanan, dengan mengamankan sejumlah barang bukti, yakni dua unit truk dan kayu-kayu olahan.

Kayu-kayu olahan tersebut, terdiri dari kelompok Rimba Campuran (Punak), Kelompok Kayu Indah Dua (Rengas Burung) dan Kelompok Meranti (dalam proses pengujian dan pengukuran oleh ahli) dokumen-dokumen, alat komunikasi, dua kartu ATM dan Chainsaw (alat tebang).

Tersangka dikenakan Pasal 88 ayat (1) huruf a jo Pasal 16 undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman paling singkat 1 tahun penjara dan paling lama 5 tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp 500.000.0000 dan paling banyak sebesar Rp 2.500.000.000.

SUMBER: merdeka.com

DRadio 104,3 FM Jambi