Beranda Akses Ajakan ‘Bercinta’ Ditolak, Suami di Batanghari Bakar Istri Hidup-hidup

Ajakan ‘Bercinta’ Ditolak, Suami di Batanghari Bakar Istri Hidup-hidup

BATANGHARI, AksesJambi.com – Hasrat seksual tak kesampaian, seorang suami yang bernama Paris (40), warga Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, tega membakar istrinya hidup-hidup setelah keinginannya berhubungan seks dengan sang istri ditolak.

Akibatnya, tubuh sang istri yang bernama Leni (36) mengalami luka bakar yang cukup serius dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Muara Bulian. Insiden tersebut terjadi di Mes Perumahan Karyawan PT. CMM yang bergerak di Bidang Perkebunan Kelapa Sawit di wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari.

Kapolres Batanghari, AKBP. Bambang Purwanto melalui Kasat Reskrim AKP. Piet Yardi membenarkan adanya kasus tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengakibatkan kematian korban di wilayah hukum Polres Batanghari.

“Korban meninggal dunia setelah sebelumnya dilakukan perawatan di rumah sakit, akibat luka bakar di seluruh tubuh hingga 95 persen,” kata Kasat Reskrim AKP. Piet Yardi yang didampingi oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Ipda Ferdinan Ginting, Rabu (06/07/2023) kemarin.

Pelaku yang merupakan suami dari korban itu sendiri, kini telah mendekam di balik jeruji besi Polres Batanghari. Pelaku dijerat dengan Pasal 44 ayat 2 Undang-undang No. 23 tahun 2024 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Awalnya, sang suami mengajak istrinya untuk berhubungan intim yang saat itu korban sedang melipat pakaian. Namun, ajakan tersebut ditolak. Kemudian, pelaku menyiramkan bensin ke tubuh istrinya dan menyulutkan korek api yang telah dihidupkan ke tubuh korban.

Alhasil, tubuh korban terbakar namun tangan pelaku juga tak luput dari sambaran api. Usai kejadian, pelaku meminta tolong ke tetangga dan berdalih kalau istrinya terjatuh dan mengenai galon BBM jenis bensin seketika tersulut api rokok.

Namun, para tetangga tidak percaya begitu saja sambil memberikan pertolongan kepada korban dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Muara Bulian Hamba untuk mendapatkan tindakan medis.

Setelah dirawat di rumah sakit, korban dibawa pulang ke rumahnya atas permintaan pihak keluarga. Setelah beberapa hari dirawat di rumah, korban kembali dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bulian.

“Akibat luka bakar yang cukup serius tersebut, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (01/07/2023) malam, kurang lebih pukul 19.30 WIB,” kata Kasat Reskrim AKP. Piet Yardi yang didampingi oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Ipda Ferdinan Ginting, di ruang kerjanya.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Batanghari, Ipda Ferdinan Ginting, menambahkan bahwa pelaku sudah diamankan di Polres Batanghari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 44 ayat 2 Undang-undang Nomor 23 tahun 2024 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Artikel ini sebelumnya, telah tayang di jnn.co.id dengan judul “Gegara Ditolak Berhubungan Badan, Suami di Batanghari Siram Istri Menggunakan Bensin dan Membakarnya Hidup-hidup