Beranda Akses Berebut Dukungan PDIP ‘Bara Api’ di Pilkada Jambi, Ratu atau Safrial?

Berebut Dukungan PDIP ‘Bara Api’ di Pilkada Jambi, Ratu atau Safrial?

Ratu Munawaroh dan Safrial. Foto: Editor by AksesJambi.com
Ratu Munawaroh dan Safrial. Foto: Editor by AksesJambi.com

JAMBI, AksesNews – Safrial dan Ratu Munawaroh berebut dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Keduanya, akan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi pada 9 Desember 2020 mendatang.

Ratu akan berpasangan dengan Cek Endra (CE), sedangkan Safrial bersama Petahana Gubernur Jambi, Fachrori Umar. Ratu yang bukan kader PDIP, sementara Safrial, seperti kata orang dekatnya, Zulmi Erdi, bukan lagi sekedar kader, tapi adalah tokoh partai (PDIP).

Lobi keras dilancarkan kubu Ratu untuk mendapat restu Megawati (DPP PDIP). Bagi Ratu, dukungan PDIP penting agar bisa bersama-sama Cek Endra dalam Pilgub 2020 Jambi ini. Sebab kursi PDIP akan akan menggenapkan 16 kursi dari syarat minimal 11 kursi bagi mereka, setelah CE katanya mendapat rekomendasi Partai Golkar.

Harapan Ratu jelas memang hanya PDIP, setelah PAN sepertinya mengirimkan sinyal buruk kepada dirinya; PAN tidak mendukung Ratu.

Arah angin untuk beberapa hari belakangan kemarin, tampaknya memang berembus ke Ratu dan CE.

Setelah pertemuan Bupati Sarolangun itu dengan Sekjen PDIP Hasto, kemudian disusul kabar dihadirinya haul orangtua Ratu di Sukabumi oleh PDIP setempat.

Merasa posisinya teracam, Safrial tentu saja tak tinggal diam, donk. Kemarin lusa ia terbang ke Jakarta. Mungkin mau memastikan posisi dirinya. Bagi Safrial, suara PDIP juga sangat penting, ia tidak mungkin akan bisa maju bersama Fachrori, jika tidak membawa PDIP.

Padahal, sehari sebelumnya ia meradang, sangat meradang. Dia ucak-ucak di media, dia bilang partai (PDIP) jangan sampai menjadikan uang sebagai pertimbangan untuk menentukan dukungan. Jangan melacurkan diri, katanya. Nah!

Kemarahan dan kecemasan Safrial jelas sangat beralasan, sebagai kader (tokoh partai), ia merasa dirinya tidak memiliki posisi tawar di dalam partainya sendiri. Bagaimana tidak, Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto pun, tampaknya tidak berpihak kepada dirinya.

Di banyak media, Edi Purwanto selalu buang omongan. Alih-alih membesarkan hati Safrial, sebagai seniornya, Edi justru bilang, keputusan siapa yang akan didukung oleh PDIP dalam Pilgub Jambi ini adalah keputusan pusat. DPP-PDIP, bisa saja mengusung “orang luar” untuk menjadi calon gubernur di Jambi ini.

Edi bahkan mencontohkan Pilgub Sumut tempo hari. PDIP mengusung Djarot Saiful Hidayat (bekas wakil Gubernur Jakarta) untuk maju di Sumut. Meski kita tahu, hasilnya berantakan. Apes!

Dan jika diteropong lebih dalam. Sikap Edi Purwanto terhadap Safrial khususnya, dapat dimaklumi. Bupati Tanjun Jabung Barat ini merupakan ancaman serius bagi kedudukannya sebagai ketua partai lima tahun ke depan.

Apalagi jika misalnya, Safrial benar-benar bisa duduk di kursi wakil gubernur Jambi. Sampai Senin, 6 Juli 2020, belum ada kabar pasti siapa yang hoki mendapat dukungan PDIP. Kita tunggu saja.

Nurul Fahmy, Wartawan
Nurul Fahmy, Wartawan

Bara Api

Siapapun yang kelak mendapat dukungan PDIP dalam Pilgub Jambi, jelas tidak akan menguntungkan baginya. Situasi politik Nasional berpengaruh besar terhadap suara partai ini.

Bolehlah dibilang, dalam Pilgub, pemilih tidak melihat partai, tapi figur yang mencalonkan diri. Tapi, para buzzer, para petualang politik dan kubu sebelah tentu saja tidak akan tinggal diam, kan?

Rekam PDIP sebagai pengusul RUU HIP yang disebut akan mempreteli Pancasila, jelas menjadi bahan gorengan gurih yang dipastikan menggerus suara partai ini. Gerakan ini, gerakan menolak RUU HIP ini, diprediksi juga akan terus terjadi sampai Pilpres 2024.

Dampaknya jelas akan dirasakan PDIP, Safrial tentu saja perlu kerja lebih keras lagi mendulang suara melalui PDIP. Lain lagi jika dukungan diberikan kepada Ratu Munawarah. Ini lebih lacur lagi, suara pemilih PDIP akan tepecah-pecah, dan lebih dari itu, bisa zonk alias kosong.

Ratu Munawarah bisa jadi hanya akan membawa gerbong kosong. Massa PDIP di Jambi, yang saat ini terkubu-kubu, jelas saja tidak akan tinggal diam dengan keputusan pusat ini. Harapan mereka terhadap kadernya sendiri pupus. Bagi mereka siapa itu Ratu Munawaroh?

Bagi massa PDIP di Jambi, yang mereka tahu hanya ada dua kader terbaik mereka yang akan maju dalam Pilgub ini, Safrial dan Abdullah Sani. Nama terakhir ini, Ustad Abdullah Sani ini, lebih gawat lagi. Pamornya kuat. Aura positifnya sangat melekat. Meski berlayar tanpa PDIP sekalipun.

Judul telah diubah setelah mendapat persetujuan penulis, semula tulisan ini berjudul: Bara Api PDIP dalam Pilgub Jambi

Penulis: Nurul Fahmy, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Jambi