Beranda Akses Tim Gabungan Polda Jambi Tutup Sumur Minyak llegal di Bungku

Tim Gabungan Polda Jambi Tutup Sumur Minyak llegal di Bungku

BATANGHARI, AksesJambi.com – Tim Gabungan dari Polda Jambi, Polres Batanghari, Polisi Kehutanan, serta pihak PT Pertamina melakukan penutupan sumur minyak pengeboran ilegal (illegal drilling) yang berlokasi di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Senin (05/04/2021).

Sebelum dilakukannya penutupan sumur minyak ilegal, terlebih dahulu dilakukan imbauan serta sosialisasi terhadap pelaku illegal drilling.

Wakil Direskrimsus Polda Jambi, AKBP Muhammad Santoso, mengatakan kegiatan ini diharapkan agar masyarakat dan pelaku bisnis illegal drilling tidak mengulangi kegiatan illegal drilling.

“Karena kegiatan ini banyak yang dirugikan. Selain kegiatan ini tidak ada pendapatan untuk negara, di mana bumi dan air merupakan kekayaan negara. Secara tidak langsung negara dirugikan,” katanya.

Selain itu juga ada dampak lingkungan hidup yang cukup parah, di mana bekas lokasi illegal drilling banyak terdapat minyak yang bercecer di lokasi sumur.

“Ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan berupa limbah,” tegasnya.

Disinggung apakah ada pelaku atau tersangka di lahan, dirinya menjelaskan tidak mendapatkan pelaku atau tersangka, karena sebelum dilakukan penutupan telah dilakukan imbauan atau sosialisasi.

“Untuk pelaku dari sini belum ada. Karena kita melakukan operasi ini, sosialiasai terlebih dahulu, preventif dulu. Kita juga mengingatkan kepada mereka supaya mereka tidak melakukan lagi. Pas kita datang ke sini mereka memang tidak ada lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bungku, Sandhya Ananda mengatakan, bahwa sumur minyak illegal drilling yang ditutup oleh tim gabungan salah satunya berada di lahan milik pelaku bernama Situmorang.

“Sebelum ada razia sekitar 80 sumur minyak yang beroperasi, dan setelah razia saat ini sekitar 30 sumur yang masih beroperasi,” katanya.

Dirinya menceritakan, pemilik lahan mendapat uang dari pelaku illegal drilling sebesar Rp 50 ribu per drumnya. Di mana di Desa Bungku sejak 2016 sudah mulai masuk aktivitas illegal Drilling, tapi gencarnya beroperasi illegal drilling pada tahun 2018 lalu hingga saat ini.

“Di Bungku ini kawasan minyak belasan titik lahan sumur. Untuk membuka sumur ilegal ini, satu sumur habisnya sekitar Rp 80 juta, kedalaman sumur sekitar ratusan meter. Tidak terlalu dalam dibandingkan daerah lainnya,” jelasnya.

Dirinya mengaku, sebelum dilakukan razia ini telah melakukan imbauan dan sosialiasi terhadap pelaku illegal drilling dan warga sekitar yang ikut serta dalam aktivitas illegal drilling tersebut.

“Sudah kita tawarkan budidaya madu, tetapi mayarakat tidak mau karena sudah nyaman dengan bisnis ini,” tutupnya. (Team AJ/*)

DRadio 104,3 FM Jambi