Beranda Akses Penjambret di Kota Jambi Sudah 6 Kali Beraksi, Hasilnya untuk Beli Sabu

Penjambret di Kota Jambi Sudah 6 Kali Beraksi, Hasilnya untuk Beli Sabu

Terdesak beli sabu, pemuda di Kota Jambi ini diringkus polisi.
Terdesak beli sabu, pemuda di Kota Jambi ini diringkus polisi.

JAMBI, AksesNews – Seorang pemuda bernama Supriyanto (28), warga Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, ditangkap polisi karena aksi kejahatannya yang meresahkan masyarakat.

Pria yang kesehariannya sebagai tukang parkir di Pasar Angso Duo Jambi itu, mengaku telah menjambret sebanyak enam kali bersama dengan rekannya yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian.

Kapolsek Kota Baru AKP, Afrito Marbaro mengatakan, pelaku sebelumnya telah melakukan aksi jambret kepada korban seorang perempuan di kawasan Arizona, Kota Jambi bersama rekannya yang bernama Dapit dan saat ini DPO. 

“Korban saat itu sedang berkendara di Jalan Arizona seorang diri dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat. Kemudian, pelaku langsung memepetkan korban dengan sepeda motor Suzuki Satria FU ke sebelah kanan dan langsung menarik tas yang berisi sebuah laptop milik korban,” ungkapnya, Kamis (05/11/2020).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp. 5.200.000. Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit laptop, tas ransel dan satu unit motor Suzuki sebagai sarana untuk melancarkan aksi kejahatannya. 

“Pelaku ini tugasnya pemetik, sedangkan Dapit yang DPO membawa motor. Mereka dalam melancarkan aksinya, selalu menjadikan perempuan sebagai target utamanya. Rata-rata korbannya, semua perempuan,” ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku kepada pihak kepolisian, hasil jambretnya tersebut akan dijual dan uangnya akan digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu. Pelaku juga menyarankan kepada para pelaku jambret di Kota Jambi jangan lagi berulah.

“Hasil dari jambret ini saya gunakan untuk bersenang-senang dengan membeli sabu-sabu. Kepado kawan-kawan, dak usah lagi jambret, saro kito masuk sel, lokak tebuang,” ucapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenai pasal 363 Ayat (1) ke-4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan terancam hukuman maksimal 7 tahun kurangan penjara. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi