Kota Jambi Alami Inflasi Sebesar 1,78 Persen pada September 2023

KOTAJAMBI, AksesNews – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi dalam rilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan September 2023, mencatat Kota Jambi mengalami inflasi “month to month” (mtm) sebesar 0,41 persen, dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 116,85, inflasi “year on year” (yoy) sebesar 1,78 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 1,70 persen. Dari 24 kota IHK se-Sumatera, Kota Jambi berada pada peringkat 9 dan peringkat 15 se-Indonesia.

Inflasi Kota Jambi terjadi disebabkan oleh kenaikan yang ditunjukkan dengan naiknya indeks harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok pengeluaran ini menyumbang andil terbesar dalam pembentukan inflasi Kota Jambi, dengan kontribusi sebesar 0,96 persen, disusul oleh kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,23 persen, kelompok transportasi sebesar 0,42 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen, kelompok makanan, minuman/restoran sebesar 0,33 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,15 persen.

Sebelumnya pada bulan Agustus 2023 Kota Jambi alami inflasi terendah di Indonesia. Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Agustus 2023, mencatat Kota Jambi mengalami deflasi “month to month” (mtm) sebesar 0,45 persen, sehingga inflasi mtm Kota Jambi sebesar 1,28 persen dan yoy sebesar 1,92 persen

Terkendalinya inflasi di Kota Jambi beberapa bulan terakhir dalam kurun waktu triwulan ketiga 2023 ini tidak terlepas dari hasil kerja keras dan komitmen dari seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi bersama seluruh stakeholder yang terlibat, yang telah berupaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Sesuai arahan presiden, dalam pengendalian inflasi nasional dan daerah, kebijakan moneter dan fiskal dilaksanakan oleh bank sentral, yaitu Bank Indonesia. Kebijakan lainnya yang paling ampuh adalah peninjauan lapangan yang terus menerus kita lakukan. Peninjauan harga komoditi di pasar, intervensi pasar, inovasi dan lainnya. Itu adalah bentuk intervensi langsung, langkah kongkrit pemerintah terhadap upaya pengendalian inflasi,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, kata Fasha, telah melaksanakan 11 langkah kongkrit upaya penanganan dan stabilisasi laju inflasi di Kota Jambi.

11 langkah kongkrit tersebut di antaranya meliputi:
1. Sidak dan pemantauan secara kontinu komoditas konsumsi masyarakat di berbagai pasar, ritel, dan pergudangan;
2. Aktif mengadakan bantuan sosial dan program pengentasan miskin ekstrem;
3. Pengadaan bantuan berusaha bagi pelaku UMKM;
4 Subsidi BBM bagi angkutan umum;
5. Operasi rutin atau intervensi operasi pasar bersama Bulog Jambi;
6. Melaksanakan gerakan “Payo Menanam Cabai” dan bawang yang melibatkan masyarakat
7. Peningkatan kapasitas lahan warga dan lahan tidur untuk pangan;
8. Optimalisasi tugas dan fungsi Satgas Pangan Kota Jambi;
9. Perluasan kerjasama dengan daerah penghasil komoditas pangan;
10. Bantuan transportasi angkutan komoditas pangan;
11. Publikasi, sosialisasi, dan edukasi yang massif untuk membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait inflasi.

Langkah kongkrit tersebut terbukti efektif menstabilkan laju inflasi di Kota Jambi selama kurun waktu setahun terakhir. Kota Jambi juga telah menginisiasi kerjasama antar daerah untuk stabilisasi ketersediaan pasokan komoditas pokok, seperti beras, dengan beberapa daerah di Sumatera Selatan seperti Banyu Asin, Ogan Komering Ulu (OKU), dan Bengkulu. Juga dengan daerah penghasil komoditas lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera.

Penulis: Hendra
Penyunting: Abu Bakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here