Beranda Akses Kisah Anak Buruh Bangunan di Jambi yang Lulus Menjadi Polisi

Kisah Anak Buruh Bangunan di Jambi yang Lulus Menjadi Polisi

JAMBI, AksesNews – Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS menegaskan bahwa untuk menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak harus mengeluarkan biaya. Semua kalangan, baik anak buruh ataupun kuli hingga petani sekalipun bisa menjadi polisi.

“Saya menjamin untuk menjadi anggota Polri di Polda Jambi tidak dipungut biaya dan bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Semua proses seleksinya, kita lakukan secara akuntabel dan bersih. Jadi tidak ada lagi yang main deking atau belakang,” tegasnya, Senin (05/08/2019).

Fajar Sultan Ramandana yang akrab disapa Rama, merupakan anak dari buruh bangunan. Namun, karena tekad kuat dan usahanya dengan disertai doa. Akhirnya, Rama dinyatakan Lulus menjadi polisi setelah 3 kali mengikuti seleksi anggota Polri di Polda Jambi.

Rasa bangga bagi orangtua melihat keberhasilan anaknya lulus menjadi polisi, begitulah juga yang dirasakan orangtua Rama bernama Sandi (53), yang bekerja sebagai buruh bangunan, Sandi tak banyak berharap untuk mengantarkan anaknya ke jenjang pendidikan tinggi, karena keterbatasan ekonomi.

Tapi siapa sangka, anak sulung laki-lakinya yakni Fajar Sultan Ramandana berhasil lulus menjadi anggota Polri TA 2019, melalui tes di Polda Jambi. Rasa tak percaya Sandi ini tak lepas dari stigma bahwa menjadi polisi memerlukan banyak dana dan intrik. Ia pun mengisahkan awal anaknya minat menjadi Polisi. Saat itu, dirinya menonton televisi bahwa seleksi masuk Polisi gratis.

“Habis saya nonton TV, katanya masuk polisi sekarang tidak dipungut biaya. Saya sempat ragu, apa iya memang bersih, karena banyak omongan yang bikin saya tak yakin. Saya bilang ke Abang (anaknya, red), kata Kapolda itu bersih tanpa dipungut biaya. Pokoknya apa yang terjadi kita yakin dengan kemampuan sendiri, dengan segala daya upaya. Yang penting kita yakin dengan kemampuan kita, harus terus berjuang,” kata Sandi mengisahkan saat memotivasi anaknya.

Sandi yakin, dengan kemampuan sendiri, dengan segala daya upaya dan terus berjuang maka hasil terbaik akan didapat. Ia mengingat bagaimana orang sering memandang rendah keluarganya. “Ibarat batang berendam dalam lumpur, dalam air mambang. Saya bilang, Abang tu anak paling tua. Jadilah contoh yang bagus, yang baik. Jadilah seorang pejuang, kalau bisa bangkitkan batang terendam tu. Bangkitkan nama baik keluarga yang sudah lama dicemooh orang,” jelasnya, Minggu (04/08/2019) siang di lokasi kerjanya.

“Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya, antara percaya dan tidak pecaya, anak kami berhasil juga. Itulah kenyataan, dengan tekad anak kami yang kuat. Bagi siapapun orang tua yang dak yakin, katanya masuk polisi pakai duit, itu tidak ada. Hanya modal doa dan tahajud, anak kami berhasil. Memang akhirnya terbukti, sampai sekarang tidak ada yang menghubungi saya minta duit,” kata Sandi.

“Alhamdulillah, janji Kapolda memang ditepati. Terimakasih pak Kapolda, kepada panitia yang menyelenggarakan, anak kami bisa lulus. Untuk generasi selanjutnya, silahkan ikuti seleksi kepolisian karena kami tak pakai duit, bersih dan mudah-mudahan selanjutnya pun bersih, yang penting ada tekad, percaya pada kemapuan diri sendiri,” pungkasnya. (Bjs)

DRadio 104,3 FM Jambi