4 Wartawan di Batanghari Dikeroyok Warga, Korban Buat Laporan Polisi

Ilustrasi Pengeroyokan

BATANGHARI, AksesJambi.com – Peristiwa pengeroyokan dan pemukulan terhadap 4 orang Wartawan kian menguak, ini terjadi pada 26 Februari 2024 lalu, di Desa Sungai Ruan ulu, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Berawal dari penelusuran investigasi terkait informasi masyarakat perihal rusaknya jalan Pemda di Desa Sungai Ruan, korban turun bersama tim untuk mengumpulkan informasi dengan mengendarai dua (2) unit sepeda motor berboncengan.

Sesampai di Desa Sungai Ruan Ulu, korban mampir ke rumah Kepala Desa (Kades) setempat, guna memberitahukan perihal giat tersebut.

Selanjutnya, tak lama berselang tim melanjutkan perjalan menuju ke Desa Sungai Ruan Ilir yang mana kedua Desa tersebut berdampingan tanpa ada jarak.

Lanjutnya, disana korban berhenti mengambil gambar kondisi jalan melalui handphone (HP) korban. Kemudian, melanjutkan perjalanan kembali untuk menuju ke arah ujung desa yang mana informasinya terdapat galian tambang batu kerikil di lokasi tersebut.

Tiba-tiba, korban dan tim diberhentikan oleh seorang warga dengan mengendarai sepeda motor jenis N-max yang diketahui orang tersebut bernama Ma’el, ia memperingatkan untuk tidak menuju arah sana.

“Kenapa kalian memfoto jalan, cepat pulang, kalian tidak akan mampu menghadapi rombongan orang yang ada disana,” bentaknya.

“Ya, bang maaf kami baliklah, kami dak ado maksud apo-apo ke sini,” jawab korban saat itu menceritakan, Selasa (05/03/2024).

Kemudian, korban beserta tim berputar balik dan sesampainya di Desa Sungai Ruan Ulu korban berhenti akan mencari air minum. Namun, tiba-tiba dari belakang Ma’el membawa rombongan 5 (lima) orang dan langsung membabi buta menyerang dengan menggunakan potongan kayu dan beberapa orang memukul dengan tangan kosong.

Akibatnya, korban mengalami luka memar pada wajah bagian kiri. Korban pun kemudian berusaha meminta maaf dan sudah memohon ampun serta menanyakan perihal masalah apa yang terjadi, namun korban tetap dipukuli oleh Ma’el dan teman-temannya.

Lalu, ada satu di antara warga setempat melerai pengeroyokan tersebut memerintahkan korban dan tim untuk pulang. Korban pun beranjak dari tempat tersebut kembali berpamitan kepada Kades Sungai Ruan Ulu.

“Tuk, kami tidak jadi ke sana, saya dikeroyok,” ujar Korban.

Kades Sungai Ruan Ulu juga mengangguk. “Iya, saya juga sudah dapat informasinya,” jawabnya.

Tapi sangat disayangkan, saat kejadian Kades setempat seperti tutup mata, tanpa melerai atas aksi pengeroyokan dan pemukulan terhadap korban.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan melaporkan kejadian tersebut guna untuk menempuh jalur hukum ke Mapolres Batanghari, dengan dugaan Tindak Pidana Pengeroyokan. (Ag/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here