Beranda Akses Dugaan Ijazah Palsu Caleg Terpilih, Pelapor Tak Penuhi Syarat

Dugaan Ijazah Palsu Caleg Terpilih, Pelapor Tak Penuhi Syarat

JAMBI, AksesNews – Terkait laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi tentang dugaan Ijazah Palsu yang dimiliki salah satu Calon Legislatif (Caleg) Provinsi Dapil 2 (Batanghari-Muaro Jambi) dihentikan, karena tidak terbukti.

Sebelumnya, sekitar kurang lebih 10 hari lalu, ada seseorang yang mengataskan nama pribadi (Rahasia) melaporkan ke Bawaslu bahwa ada dugaan Caleg terpilih di Provinsi Dapil II Muaro Jambi-Batanghari berijazah palsu.

Selaku suatu Lembaga Negara, Bawaslu tetap menerima laporan tersebut. Setelah laporan tersebut diterima dan diperiksa oleh pihak Bawaslu, ternyata Laporan Pelapor tidak memenuhi Syarat.

Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi, Wein Arifin mengatakan laporan tersebut diterima, terus pihak Bawaslu melakukan pemeriksaan namun belum memenuhi syarat Formil dan Materil serta saksi yang hanya ada 1 orang.

“Saksi itu seharusnya lebih dari satu, minimal dua. Kita minta ke yang bersangkutan masuk ke penerima laporan. Penyidik masih minta kepada yang bersangkutan untuk menambah saksi satu lagi,” jelas Wein kepada AksesJambi.com di ruangannya, Kamis (04/07/2019).

Awalnya, pelapor menyanggupi permintaan Bawaslu dalam jangka waktu tiga hari sesuai ketentuan yang berlaku. Jangka waktu 3 hari tersebut, merupakan ketentuan jika laporan tidak memenuhi syarat formil dan materil.

Batas waktu yang diberi Bawaslu sejak laporan masuk iyalah pada hari Kamis 27 Juni 2019.

“Kita tunggu sampai hari Kamis minggu kemarin. Hari Kamis kami tunggu, ternyata yang bersangkutan setelah dihubungi belum bisa menyiapkan saksi. Begitupun saksi yang pertama yang diajukan tidak mau lagi menjadi saksi. Dia (Pelapor) pun tidak mau lagi melanjutkan laporannya,” jelas Wein.

Lanjutnya, setelah 7 hari laporan ini dimasukan dan tidak memenuhi syarat formil materil, maka Bawaslu putuskan tidak miliki syarat formil dan materil. Selain itu, laporan tersebut juga dijadikan informasi awal.

Selain itu, Wein pun mengungkapkan pada Senin kamarin sudah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Batanghari untuk menelusuri dokumen ijazah itu apakah asli atau tidak?

“Di Dinas, data informasi yang kami dapat bahwa ijazah itu mereka buka buku, bahwa data itu memang ada dan terigister di tahun 2008,” sebutnya.

Selain Dinas P dan K, tim juga menelusuri ke beberapa pihak terkait sesuai informasi yang disampaikan pelapor. Setelah ditemui, tidak ada pengakuan dari pihak terkait yang mengakui kebenaran tersebut dan tidak ada bukti yang bisa ditunjukan.

Bahkan pihak yang menginformasikan dugaan tersebut oleh pelapor, membantah atas pernyataan ijazah palsu itu. Usai penelusuran, Bawaslu menetapkan laporan tersebut tidak menjadi temuan.

“Jadi kami putuskan bahwa ini tidak menjadi temuan. Jadi ini tidak bisa, karena tidak ada bukti,” tegas Wein.

Untuk informasi, demi menjaga nama baik terlapor dan menjaga keamanan Pelapor, Bawaslu tidak memberitahukan nama mereka. (Alpin)

DRadio 104,3 FM Jambi