Beranda Akses Curi Uang dari Tas Penumpang, 3 Staf Maskapai di Bandara Jambi Ditangkap

Curi Uang dari Tas Penumpang, 3 Staf Maskapai di Bandara Jambi Ditangkap

JAMBI, AksesNews – Sebanyak 3 petugas maskapai ditahan Polresta Jambi atas dugaan pencurian uang milik penumpang yang berasal dari Jambi. Aksi pencurian itu berlangsung di tempat bongkar muatan salah satuan maskapai.

Sebelumya, pencurian uang ini diketahui penumpang yang memiliknya, setelah tiba Bandara Soekarno Hatta, Kamis (24/03/2022) lalu. Sehingga kepolisian melakukan penyelidikan di sana.

Karena tak ditemukan indikator pencurian, polisi melanjutkan penyelidikan di bandara asal, yakni Bandara Sultan Thaha Jambi. Lalu, 3 petugas ground handling salah satu maskapai, ditangkap Polresta Soekarno Hatta, yang kemudian dilimpahkan ke Polresta Jambi.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Afrito Marbaro Macan mengatakan pihaknya sedang menangani kasus tersebut. Saat ini, 3 terduga pencuri itu berada di Kantor Polresta Jambi.

“Ya, sudah kita amankan ke Kantor,” kata Afrito, saat dikonfirmasi, Senin (04/04/2022).

Ia pun mengatakan uang tersebut diambil dari dalam koper milik korban merupakan warga Jambi. Kasus ini masih didalami pihaknya.

“Pelaku sudah kita tahan, serta kita lakukan perlengkapan berkas. Masih kita dalami lagi ya,” tutupnya.

Sementara itu, GM Bandara Soekarno Hatta, Siswanto mengatakan, untuk 3 orang tersebut bukan karyawan dari Angkasa Pura II, melainkan karyawan dari perusahaan maskapai yang bersangkutan.

“Ya, jadi bukan dari karyawan Angkasa Pura II, tetapi memang ada kerja sama dengan kita,” kata Siswanto.

Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Siswanto mengatakan pihaknya sedang menunggu proses penyelidikan yang dilakukan polisi.

Ia pun mengatakan 3 terduga pencuri itu bukan karyawan dari PT Angkasa Pura II. Melainkan, petugas ground handlling yang dikontrak salah satu maskapai.

“Air line dan ground handlling juga berkontrak juga. Tugas mereka menangani barang, dan sebagainya,” ujarnya.

Ia mengatakan tempat bongkar muatan maskapai yang dimaksudnya tidak dilengkapi CCTV. Tidak heran kelalaian ini bisa terjadi.

Karena itu, pihak PT Angkasa Pura II tidak akan segan-segan mengevaluasi kontrak dengan maskapai tersebut.

“Ini yang akan kita tekankan untuk membuat komitmen apabila ada kejadian lagi, kami pihak bandara tidak segan-segan mengevaluasi kontrak mereka. Jelas ini merusak nama baik kita,” pungkasnya. (Sob/*)