Beranda Akses Praperadilan Kasus SMB yang Diduga Korban Salah Tangkap Ditunda

Praperadilan Kasus SMB yang Diduga Korban Salah Tangkap Ditunda

JAMBI, AksesNews – Sidang perdana permohonan praperadilan kasus penangkapan kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) terhadap korban yang diduga salah tangkap ditunda, lantaran perwakilan dari Polda Jambi selaku pihak termohon tidak hadir.

Sidang yang dipimpin Hakim Tunggal Partono, SH, MH dengan didampingi Panitera Pengganti rencananya dimulai pukul 09.00 WIB, Selasa (03/09/2019). Namun, hingga pukul 11.30 WIB, belum ada tanda-tanda sidang dengan agenda pembacaan permohonan itu akan dimulai.

“Sidang ditunda selama 7 hari hingga Minggu depan, hari Selasa tanggal 10 September 2019, dengan alasan pihak termohon belum menerima surat panggilan dari Pengadilan Negeri (PN) Jambi,” kata Hakim Tunggal Partono, SH, MH, di PN Jambi, Selasa (03/09/2019).

Dalam sidang yang ditunda hari ini, dihadiri dua orang dari pihak keluarga yang diduga korban salah tangkap atas nama Ubedilah Alias Ruben Bin Winarno dengan didampingi oleh Kuasa Hukum Pengacara Abdurrahman Sayuti, SH.

Untuk diketahui, Ubedilah Alias Ruben Bin Winarno (36) ditangkap pihak Kepolisian berdasarkan laporan Polisi atas nama Andi Joko Priyatno pada tanggal 17 Juli 2019, Ia disangkakan dengan 3 (tiga) pasal sekaligus.

Yakni Pasal 170 KUHPidana Tentang Pengeroyokan, Pasal 363 KUHPidana Tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 1 dan 2 Undang-Undang Darurat tentang kepemilikan senjata api/tajam. Ubedilah alias Ruben Bin Winarno juga telah ditahan oleh pihak Kepolisian sejak 19 Juli 2019 hingga sekarang.

BACA JUGA: Kasus SMB, Proses Penyidikan 59 Tersangka Sudah Gelar Perkara

Menurut Penasehat Hukum Pemohon, Abdurrahman Sayuti, SH mengatakan, bahwa kliennya tidak bersalah, karena pada saat kejadian hari Sabtu tanggal 13 Juli 2019 tidak berada di lokasi kerusuhan antara Petani yang tergabung dalam SMB di Distrik VIII Lokasi PT WKS.

“Pada saat kerusuhan klien kita sedang berada di Muaro Bungo, mengantarkan keponakannya pulang kerumah orangtuanya. Klien kami selain ditangkap dan ditahan, juga mengalami kerugian materil, rumah dan toko klontong hancur rata dengan tanah dan kambing sebanyak 5 (lima) ekor disembelih, yang tersisa hanya 2 (dua) tabung gas elpiji,” jelasnya.

Selain itu, dikatakan Kuasa Hukum Pemohon, proses penangkapan kliennya tidak sesuai prosedur, karena saat penangkapan tidak menunjukkan surat perintah penangkapan, kliennya saat penangkapan masih berada di atas motor.

FOTO: Ubedilah Alias Ruben Bin Winarno
FOTO: Ubedilah Alias Ruben Bin Winarno

“Intinya klien kita tidak bisa dihukum, karena pada saat kejadian (tempus) di tempat kejadian (locus), klien kami tidak ada di tempat kejadian perkara. Ini murni tindakan kesewenang-wenangan pihak Kepolisian,” ungkapnya.

Menanggapi terkait ditundanya sidang perdana permohonan praperadilan hari ini, Abdurrahman Sayuti, SH sangat menyayangkan pihak Polda Jambi tak hadir, karena surat pemanggilan sebenarnya sudah sampai. “Ini bukti bahwa pihak kepolisian tidak siap,” sebutnya.

Sementara itu, dari pihak keluarga Pemohon, Siti Masamah selaku ibunda salah satu korban penangkapan kasus SMB, berharap kebenaran akan segera terungkap dalam persidang nanti dan berharap anaknya dapat bebas dari sangkaan kasus ini. (Bjs)