Beranda Akses Sejak Pandemi Covid-19, Tingkat Konsumsi Daging di Kota Jambi Menurun

Sejak Pandemi Covid-19, Tingkat Konsumsi Daging di Kota Jambi Menurun

KOTAJAMBI, AksesNews – Akibat pandemi Covid-19, tingkat konsumsi daging di Kota Jambi menurun sekitar 30 sampai 40 persen selama tahun 2020.

Disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Erwansyah, ada penurunan jumlah hewan yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH).

Semenjak pandemi Covid-19 melanda, tempat pemotongan tersebut hanya menerima sekitar 9 sampai 10 ekor hewan. Padahal sebelum pandemi Covid-19 berlangsung, RPH biasanya menerima sekitar 15 ekor hewan untuk disembelih dalam satu hari.

“Artinya, dibandingkan sebelum pandemi, tingkat konsumsi daging jauh menurun. Daging yang dimaksud, seperti Sapi, Kambing, Kerbau dan sebagainya,” katanya, Rabu (03/02/2021).

Erwansyah memperkirakan penurunan tingkat konsumsi daging di Kota Jambi juga disebabkan adanya larangan untuk mengadakan prasmanan di acara resepsi pernikahan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kota Jambi, Said Abubakar menyampaikan walaupun tingkat konsumsi daging menurun akibat pandemi, pertenakan di Kota Jambi masih eksis atau masih menghasilkan daging untuk dikonsumsi.

“Kurang lebih peternakan di Kota Jambi berjumlah 100. Ada yang murni pertenakan. Ada pula peternakan sekaligus pedagang,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, peternakan yang tersebar di Kota Jambi diperkirakan sanggup menghasilkan daging (Sapi dan Kerbau) sekitar 4 sampai 5 ton dalam satu hari. Sedangkan pertenakan hewan yang lebih kecil, seperti Babi dan Kambing, perharinya sekitar satu ton.

“Kalau peternakan hewan jenis unggas yang tersebar di Kota Jambi, seperti ayam dan itik, kurang lebih 12 ton per hari,” tutur Said Abubakar. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi