Beranda Akses Pasutri di Kota Jambi Kompak Ternak Ular Piton, Kebutuhan Sehari-hari Jadi Terpenuhi

Pasutri di Kota Jambi Kompak Ternak Ular Piton, Kebutuhan Sehari-hari Jadi Terpenuhi

JAMBI, AksesNews – Banyak orang yang tidak ingin berinteraksi dengan ular. Reptil tersebut dipandang mengerikan dan menggelikan.

Namun, tidak bagi pasangan suami-istri (pasutri), Wendi dan Tia. Banyak ular yang dapat ditemukan di rumahnya, yang terletak di Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.

Ada sekitar 14 ekor ular dewasa. Dia antaranya, 4 ekor ular piton yang menjadi induk, dan 2 ekor ular piton jantan.

Selain itu, ada pula ular piton kecil berusia muda, hasil budi daya yang dilakukan pasutri tersebut. Ada yang termasuk retic platinum.

Wendi mengatakan sudah lama dia hobi memelihara ular, yakni dari tahun 2008. Ketika tiba di Jambi dan tinggal bersama istrinya, dia melanjutkan hobi tersebut.

Sempat diprotes istrinya. Tetapi, Wendi memberikan penjelasan bahwa reptil peliharaannya masih bisa bersahabat, dan tidak memiliki bisa atau racun.

“Mengenali karakter ular. Orang melihat ular sugestinya menganggap berbisa, padahal yang dipelihara tidak berbisa,” katanya, Senin (1/11).

Seiring waktu berjalan, sang istri mau berinteraksi dengan reptil peliharaannya. Lalu, pada tahun 2017 pasutri tersebut mulai berdagang reptil yang dikirimkan dari pulau Jawa.

Pada tahun 2021 ini barulah pasutri ini mencoba budi daya ular. Ada 4 betina dan 2 yang pejantan yang dikawinkan. Banyak telur yang gagal menetas akibat ditumbuhi jamur dan embrio yang tidak kuat.

Namun, di antaranya ada telur yang berhasil menetas. Wendi bersama istrinya berhasil menjual 20 lebih ekor ular piton muda atau anakan.

Pasutri ini belum menghitung angka keuntungan yang mereka dapatkan dari berdagang ular pelihara. Tetapi, sang istri menjelaskan dari usaha ini kebutuhannya dapat terpenuhi.

“Kebutuhan sehari-hari, alhamdulillah terpenuhi. Bisa juga untuk menambahkan yang lain. Jadi, hobi jalan, penghasilan dapat,” kata Tia.

Perlu diketahui pula, pasutri ini mengungkapkan retic platinum dijual dengan harga Rp 1 Juta lebih. Sedangkan ular piton yang bukan hasil kawan silang, harganya mencapai Rp 150.000.

Tia mengaku hobi pelihara reptil yang digeluti suaminya mengantarkan rezeki. Sehingga bakal terus mengembangkan budi daya ini.

“Berawal dari hobi. Tapi buat apa sih dipelihara tapi tidak menghasilkan? Dan alhamdulillah di tahun 2021, berkat sabar berhasil menghasilkan,” ujarnya.

Tidak hanya ternak ular, pasutri ini juga giat merawat biawak, hamster, iguana, tikus, kucing dan sebagainya untuk dipelihara di rumah dan dijual. Keseharian mereka dapat dilihat di akun instagram @damai_pets.

Perawatan Ular yang Dilakukan Wendi dan Istrinya

Wendi mengatakan perawatan ular tidaklah sulit. Pemberian pakan dilakukan sekali dalam seminggu.

Ular yang berukuran besar atau sudah dewasa diberikan ayam sebagai pakannya. Sedangkan ular yang masih kecil diberikan tikus.

Ia pun mengatakan sariawan dan pilek merupakan masalah kesehatan yang umum dirasakan ular piton. Untuk mengatasi sariawan, Wendi menggunakan daun sirih.

“Kalau penanganan sariawan pakai daun sirih, juga cek giginya. Kalau ada yang patah dicabut atau dibersihkan dulu mulutnya. Bersihkan kandang juga pakai daun sirih. Sudah komplit di situ,” katanya.

Ular piton yang berusia 3,5 sampai 4 tahun, kata Wendi, bisa menghasilkan 18 sampai 20 telur, sebagaimana yang yang dialami ular-ular peliharaannya.

Telur yang dihasilkan ular perlu perawatan, supaya dapat membuahkan anak ular yang sehat.

“Pakai inkubator dengan suhu 28 hingga 31 derajat celcius. Dengan media pasir, dan ada kelembaban,” pungkasnya. (Sob/*)

DRadio 104,3 FM Jambi