Beranda Akses Selama 4 Hari Ditemukan Gajah Mati di Tebo, Sudah Bau Bangkai

Selama 4 Hari Ditemukan Gajah Mati di Tebo, Sudah Bau Bangkai

Gajah mati baru ditemukan selama 4 hari sudah bau bangkai berada di Desa Suo Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Foto. Ist
Gajah mati baru ditemukan selama 4 hari sudah bau bangkai berada di Desa Suo Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Foto. Ist

TEBO, AksesJambi.com – Seekor gajah jantan berusia sekitar 5 tahun ditemukan mati di area kebun karet milik warga yang berada di Desa Suo Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Minggu (28/08/2022). Bangkai satwa ini pertama kali ditemukan oleh warga.

Warga bernama Lidar awalnya melihat seekor gajah berdiri di sekitar kebun tersebut. Karena takut, ia menghindar dan pulang.

Lalu, pada hari Minggu, anak Lidar yang mengambil kabau di kebun, mencium bau bangkai. Setelah diperiksa, ternyata bau busuk ini berasal dari bangkai seekor anak gajah.

“Mendapatkan laporan tersebut, pada hari yang sama, petugas PIKG melakukan verifikasi laporan tersebut, dan menemukan gajah mati di Desa Suo Suo yang merupakan kawasan APL,” kata Kasi Wilayah II BKSDA Jambi, Didi Bangkit Kurniawan, Jumat (02/09/2022).

Gajah yang berusia 5 tahun ini belum memiliki gading. Sesuai hasil pemeriksaan dokter, ia diperkirakan sudah mati selama 4 hari sebelum ditemukan. Tidak ada indikasi luka lebam, luka sayatan, dan luka luar lainnya, pada tubuh satwa tersebut.

“Saat tim di lokasi, pada satwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sesuai temuan rekan kita di lapangan, gajah ini belum ada gading,” kata Didi.

Tim dokter dari BKSDA Jambi kemudian melakukan nekropsi, dan mengirimkan sampel ke Pusat Studi Satwa Primata Bogor, untuk mengetahui penyebab kematian hewan mamalia itu.

Berdasarkan tracking dengan GPS collar, kelompok gajah yang terakhir berada di sekitar kebun karet itu, yakni kelompok gajah Ginting, Mutiara, dan Quinn.

Saat ini terdapat 90 sampai 120 ekor gajah Sumatera yang menghuni Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Masyarakat yang tinggal di sekitarnya mulai menggunakan bahan-bahan yang tidak membahayakan gajah.

“Kami berharap di kesempatan yang akan datang tidak ada lagi kematian yang gajah liar karena sebab-sebab yang tidak alamiah,” tutur Didi. (Msa)