Beranda Advertorial Maraknya Pembalakan Liar, Kerusakan Hutan di Jambi Meningkat

Maraknya Pembalakan Liar, Kerusakan Hutan di Jambi Meningkat

JAMBI, AksesNews – Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) merupakan suatu keharusan, sebagai upaya mengurangi kerusakan hutan dan lahan dan mengembalikan fungsi ekosistem hutan dan lahan tersebut. Maka dari itu, semua pemangku kepentingan dan semua pihak terkait harus bersatu padu untuk merehab hudan dan lahan, bukan hanya sesaat, tetapi berkesinambungan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto, dalam Pembukaan Rapat Sinkronisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Batanghari 2019, di SwissBell Hotel, Jambi, Senin (02/09/2019).

Sekda mengungkapkan, kerusakan fungsi hutan dan lahan yang diidenfikasi sebagai lahan kritis di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.SK.306/Menlhk/PDASHUDAS./07/2018 tentang Penetapan Lahan Kritis Nasional, luas Lahan kritis nasional tahun 2018 adalah 14.006.450 Ha.

Sekda menjelaskan, laju kerusakan hutan di Provinsi Jambi cenderung semakin tinggi dan meningkat, menyusul meningkatnya konversi hutan menjadi areal perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI), maraknya pembalakan liar, serta tidak terkendalinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

“Jika konversi hutan dan pembalakan liar dan kebakaran hutan tidak dikendalikan, serta tidak dilakukan percepatan program rehabilitas hutan, maka akan diyakini hutan di Jambi akan semakin berkurang dan mengalami kerusakan semakin parah,” ungkap Sekda.

Sekda mengatakan, untuk Provinsi Jambi, selama tiga tahun terakhir, kawasan hutan yang mengalami kerusakan berat mencapai 871.776 Ha atau sekitar 40 persen dari total 2,1 juta Ha luas hutan yang ada.

“Kerusakan hutan dan lahan sudah tersebar di semua fungsi kawasan sehingga menjadi suatu ancaman serius bagi daya dukung Daerah Aliran Sungai, baik fungsinya sebagai penyangga kehidupan maupun peran hidrorologis Daerah Aliran Sungai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekda juga menjelaskan, salah satu variabel yang menentukan keberhasilan kegiatan RHL adalah adanya kesepakatan dan kesepahaman antara para pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan kegiatan RHL.

“Rapat Sinkronisasi hari ini sebagai wadah koordinasi dan konsultasi sebagai upaya bersama, baik vertikal, para OPD Provinsi/Kabupaten/Kota maupun pihak lain yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan RHL di wilayah kerja Balai Pengelolaan DAS dan hutan lindung Batanghari tahun 2019, bersinergi dalam menyukseskan kegiatan RHL,” tambahnya.

Sekda mengajak seluruh yang hadir untuk berkerja keras, berkerja cerdas agar semua rencana dapat terlaksana lebih efisien dan efektif. Selain itu, Sekda mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegitan yang penuh bermanfaat bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi dan atas nama pribadi saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini yang sangat berguna bagi masyarakat,” pungkasnya. (Bjs)

DRadio 104,3 FM Jambi