Beranda Akses Al Haris Temui Korban Banjir Merangin, Salurkan Bantuan hingga Dengar Kebutuhan Warga

Al Haris Temui Korban Banjir Merangin, Salurkan Bantuan hingga Dengar Kebutuhan Warga

20

MERANGIN, AksesNews – Curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Batang Tembesi menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Pamenang dan sekitarnya.

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, turun langsung meninjau kondisi korban terdampak serta menyerahkan bantuan secara simbolis dan mendengarkan keluh kesah serta kebutuhan masyarakat, di Desa Pulau Bayur, Pemenang selatan Kabupaten Merangin (02/05/2026)

Al Haris sampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah banjir melanda Desa Pulau Bayur dan Desa Selango tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk tetap sabar dan berserah diri kepada Tuhan, serta menjadikan musibah sebagai momentum introspeksi diri.

“Musibah ini bisa jadi ujian, bisa juga peringatan bagi kita. Yang penting, kita tetap bersyukur, sabar, bersama kita jaga alam ini,” ungkapnya

Banjir bandang tersebut mengakibatkan jembatan yang merupakan akses utama warga dilaporkan putus. Selain itu sejumlah rumah hanyut akibat derasnya arus banjir.

“Saya minta pemerintah kabupaten Merangin secepatnya menetapkan status tanggap darurat bencana. Dengan status tersebut, bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat dapat segera digelontorkan. Kita perlu status bencana agar penanganan lebih cepat. Nanti kita bagi, mana yang ditangani kabupaten, mana yang provinsi. Kalau perlu, kita minta bantuan pusat,” pinta Al Haris

“Ini musibah yang tentu menjadi perhatian kita bersama. Selain faktor alam, kita juga harus menyadari adanya dampak dari aktivitas manusia, seperti kondisi sungai yang mulai rusak dan penebangan hutan,” sambungnya.

Sebagai solusi sementara, Al Haris berjanji akan menyediakan perahu penyeberangan gratis bagi warga, khususnya anak-anak sekolah. Bantuan perahu ini akan diberikan secara pribadi untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Anak-anak harus tetap sekolah. Sementara jembatan belum dibangun, kita siapkan perahu gratis untuk menyeberang,” tegasnya.

“Ke depan, pemerintah provinsi dan kabupaten berkomitmen membangun kembali jembatan dengan konstruksi yang lebih kuat dan memadai, bahkan memungkinkan dilalui kendaraan roda empat agar lebih tahan terhadap banjir,” lanjutnya.

“Setelah ini, kita fokus pada perbaikan fasilitas umum dan rumah warga yang rusak. Semua akan kita upayakan agar masyarakat bisa kembali hidup normal dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin Khafidh melaporkan bahwa banjir terjadi akibat hujan lebat yang berlangsung hampir 2 hari pada 26 April 2026. Bencana ini melanda beberapa kecamatan, termasuk Pamenang Selatan.

Khusus di Pulau Bayur, sekitar 82 kepala keluarga terdampak, dengan tiga rumah hanyut tanpa sisa. Putusnya jembatan gantung juga menghambat akses utama warga, terutama bagi anak-anak yang bersekolah di seberang desa.

(Sapra Wintani, Vidio Wo Zalli, /Erick Sutriaedi)