Beranda Akses Meski Menurun, Kasus Stunting di Jambi Masih Tergolong Tinggi

Meski Menurun, Kasus Stunting di Jambi Masih Tergolong Tinggi

JAMBI, AksesNews – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi Samsiran Halim mengatakan, angka stunting Bayi di bawah umur 5 tahun (Balita) di Jambi menurun dibandingkan beberapa tahun yang lalu.

“Kita sudah turun dari 37,8 Persen (dari jumlah Balita Provinsi Jambi), berada di angka 30,1 persen,” kata, Senin (01/04/2019).

Meski demikian, angka tersebut masih dalam kategori tinggi jika merujuk kepada rekomendasi WHO yang semestinya berada dibawah 20 persen dari jumlah Balita.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan tahun 2013 silam, untuk Jambi sendiri jauh menurun dari posisi, dan berada di bawah angka stunting nasional yang berada diangka 30,7 persen.

Lebih lanjut, Samsiran juga menjelaskan, dari pihak Dinkes sendiri sudah melakukan upaya untuk menangani permasalahan kurang gizi ini.

“Kita sudah intervensi, dari 1000 hari pertama kehidupan ibu hamil, sampai umur 2 tahun. Jadi ibu yang kurang gizi kita suplai makan tambahan, tentu kita juga selalu memeriksa pemeriksaan,” jelasnya.

Kedepannya, dikatakan Samsiran, bayi-bayi juga di Posyandu akan diukur panjang badan, bukan hanya berat badan saja, sesuai umur disitu nanti intervensi gizinya.

Untuk di ketahui, stunting umumnya terjadi pada balita dibawah umur 5 tahun, bersumber dari kurangnya asupan gizi dimana badan balita dibawah standar usia. Untuk di Asia sendiri, prevalensi stunting balita Indonesia terbesar ke dua setelah Laos yang mencapai angka 43,8 persen dari Jumlah balita. (Syahrul)