Beranda Advertorial Jambi Bangun Sinergitas dalam Tingkatkan Ekonomi Kreatif-UMKM

Jambi Bangun Sinergitas dalam Tingkatkan Ekonomi Kreatif-UMKM

Sinergitas Pemerintah dan Komite Ekonomi Kreatif Bangun Jambi.
Sinergitas Pemerintah dan Komite Ekonomi Kreatif Bangun Jambi.

JAMBI, AksesNews – Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengharapkan sinergitas antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Komite Ekonomi Kreatif untuk membangun Provinsi Jambi. Pernyataan ini disampaikannya pada acara Coffee Morning dengan BUMN, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (02/02/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Fachrori menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui instansi terkait telah melakukan pembinaan terhadap ekonomi kreatif, yakni melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Pembinaan ekonomi kreatif ini sangat penting, karena ekonomi kreatif sangat bermanfaat, bisa menciptakan dan membuka berbagai lapangan kerja sektor informal, yang selanjutnya akan menghasilkan efek berlipat ganda (multiplier effect) bagi perekonomian, juga dampak positif sosial dan keamanan, yakni bisa mengurangi kriminalitas,” kata Fachrori.

Menurutnya, perekonomian nasional dan daerah tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah, korporasi besar, BUMN dan BUMD, namun juga oleh ekomomi kreatif. Sejarah telah membuktikan bahwa dalam krisis ekonomi 1998, dalam kondisi sulit sekalipun, UMKM bisa bertahan ditengah terpaan krisis ekonomi.

Mengingat sangat pentingnya manfaat ekonomi kreatif, Pemprov Jambi telah menerbitkan SK Gubernur Jambi Nomor 230/KEP-GUB/PSDA-1.1/2020 tentang Pembentukan Tim Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Komite Ekonomi Kreatif di Provinsi Jambi.

Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Provinsi Jambi supaya pembinaan ekonomi kreatif di Provinsi Jambi lebih terkoordinir, yang selanjutnya diharapkan dapat membantu tumbuh kembang ekonomi kreatif.

“Saya optimis Komite Ekonomi Kreatif Provinsi Jambi bisa melaksanakan fungsi pembinan ekonomi kreatif dengan baik, dengan memadukan segala sumber daya yang ada di Provinsi Jambi, baik produk-produk dari sumber daya alam mapun produk unggulan dalam budaya dan pariwisata,” jelas Fachrori.

Lanjutnya, guna membantu ekonomi kreatif bisa bertahan dan berkembang, Pemprov Jambi melakukan pembinaan dalam peningkatan kualitas produk, pengemasan/penyajian, promosi, maupun pemasaran.

Selain itu, Fachrori juga mengungkapkan keyakinannya bahwa BUMN di Provinsi Jambi juga telah mengadakan pembinaan ekonomi kreatif, yakni pembinaan terhadap UMKM di Provinsi Jambi.

“Saya sangat mengapresiasi pembinaan ekonomi kreatif oleh BUMN tersebut, baik yang terintegrasi dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun dalam program-program lainnya, sebagai wujud kepedulian terhadap Provinsi Jambi,” ucapnya.

Untuk diketahui, ada 22 BUMN di Provinsi Jambi. Fachrori selaku Gubernur Jambi sangat berharap agar dengan kehadiran Komite Ekonomi Kreatif Provinsi Jambi, pembinaan ekonomi kreatif sinergis antara Pemprov Jambi bersama pemerintah kabupaten/kota mendorong bertahan dan berkembangnya ekonomi kreatif Jambi.

“Saya yakin sinergitas tersebut bisa menghasilkan manfaat besar terhadap perekonomian Provinsi Jambi, terutama di masa pandemi Covid-19, ekonomi kreatif diharapkan bisa bertahan, bertumbuh, dan berkembang, sebagai salah satu penopang perekomomian Provinsi Jambi,” katanya.

Sementara Ketua Komite Ekonomi Kreatif, Berlian Santosa menyatakan pengertian ekonomi kreatif adalah sebuah konsep bidang perekonomian di era ekonomi yang baru dengan mengutamakan kreativitas dan informasi.

“Konsep dari ekonomi kreatif ini mengedepankan sumber daya manusia yang memiliki ide dan pengetahuan yang digunakan sebagai faktor utama dalam produksi. Intinya ekonomi kreatif ini lebih mengedepankan kreativitas dan ide dari manusia sebagai aset untuk membuat perekonomian bergerak maju,” jelasnya.

Konsep tersebut, kata Berlian, sudah terbukti dapat mengembangkan sektor perekonomian daerah karena bermanfaat untuk menciptakan lapangan kerja baru, membuat masyarakat menjadi lebih kreatif, menurunkan angka pengangguran, meningkatkan inovasi di berbagai bidang menciptakan, dan kompetisi bisnis yang lebih sehat.

Selain itu, Berlian juga menjelaskan tentang pembentukan tim pengembangan ekonomi kreatif dan komite ekonomi kreatif di Jambi bertujuan agar pembinaan ekonomi kreatif di provinsi Jambi lebih terkoordinir yang selanjutnya diharapkan dapat membantu tumbuh kembangnya ekonomi yang meliputi 16 subsektor kreatif.

“Komite ekonomi kreatif orang-orang yang berada di sini adalah orang-orang yang sudah berkompeten ada dosen, ada arsitek, desainer kemudian juga ada penulis ada entrepreneur, juga ada digital marketer dan sebagainya,” sebutnya.

Kemarin di sekitar 5 hari dilakukan pendataan untuk pelaku ekonomi kreatif dan UMKM provinsi, mendapatkan data sekitar 500 UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Pelaku ekonomi kreatif siap bergabung dan berkolaborasi, artinya komite ini berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan segala lingkungan dan sebagainya.

“Jadi kami bukan untuk merasa lebih hebat, lebih baik dan sebagainya, kami akan menjadi jembatan dari teman-teman yang ada dan mudah-mudahan kami bisa menyatukan visi-misi kami ke depan untuk mengangkat Jambi, pelaku ekonomi kreatif ini sama-sama bersama pemerintah untuk kesejahteraan teman-teman,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Forum BUMN Provinsi Jambi Reflizal, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Berlian Santosa, Kepala OJK Jambi, Kepala OPD dan perwakilan BUMN di Provinsi Jambi. (Kmf/*)

DRadio 104,3 FM Jambi