Beranda Akses Novelis Jambi, Rahma Yuniarsih R: Cahaya dari Pesantren

Novelis Jambi, Rahma Yuniarsih R: Cahaya dari Pesantren

JAMBI, AksesNews – Rahma Yuniarsih R merupakan salah satu Novelis Jambi, yang sudah aktif menulis sejak 2014 lalu dan sampai sekarang masih aktif menulis. Meski namanya terbilang baru, namun ia dapat dikategorikan sebagai salah satu penulis muda yang berpotensi di dunia literasi Jambi.

Kepiawaian remaja berdarah minang ini dalam menyajikan tulisannya, tak bisa dianggap sebelah mata. Terbukti dari sejumlah karya-karyanya yang telah dirilis dan sudah menerbitkan 6 novel bersama penerbit Jambi, Salim Media Indonesia.

Salah satu karyanya yang berjudul “Cahaya dari Pesantren” telah dirilis Januari 2018 lalu dan mendapat respon cukup baik bagi pecinta novel bergenre romantis. Novel tersebut, menjadi buku keenam, dimana buku sebelumnya antara lain, Miracle School, Diary 1095 Day’s, The Last Candy, Bukan Bus Biasa, Hantu Cangkul, Memori Singkat dan You.

Mahasiswi semester 3 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi ini mengaku sejak kecil sudah gemar menulis dan saat ini, ia tengah disibukkan dalam pengerjaan buku ketujuhnya yang berjudul “Senja yang Tak Tergantikan”.

“Sejak kecil sudah suka menulis dan alhamdulillah, orang tua mensuport. Selain suka menulis, saya juga suka dunia perfilman,” kata gadis kelahiran 13 September 1998 ini kepada AksesJambi.com, Rabu (02/01/2019).

Rahma bercerita, saat membuat novel pertamanya yang berjudul “Miracle School” belum mempunyai laptop dan ia mengaku menulisnya dengan mencatat manual dibuku tulis kosong. Hingga akhirnya, ia kini mempunyai fasilitas untuk menjadikannya seorang penulis.

Menurutnya, penulis yang hebat itu, adalah penulis yang setia, selalu ada untuk menulis dan menambah selalu karyanya. “Seorang penulis juga, ketika menulis harus ikhlas, sudah bermanfaat untuk orang lain gak. Menulislah sepenuh hati untuk menjadi sosok yang menginspirasi dan memotivasi untuk orang lain,” kata Rahma.

Perkembangan Dunia Literasi Jambi

Kepala Kantor Bahasa Jambi, Syaiful Bahri mengatakan mengenai dunia Literasi di Jambi saat ini sudah menuju ke arah yang lebih baik. Salah satu buktinya adalah mulai bermunculannya karya-karya berupa novel dari para penulis Jambi.

“Kita senang, Jambi juga ikut ambil bagian dalam melahirkan karya-karya berupa novel. Semoga ini pertanda baik, dan hendaknya diikuti oleh penulis lainnya. Jangan pernah puas berkarya. Ayo kita giatkan terus Literasi di Jambi,” ajaknya, Rabu (02/01/2019).

Setelah karya Ali Monas, sekarang muncul lagi Cahaya dari Pesantren karya Rahma Yuniarsih. Ini pertanda baik, geliat tulis menulis di Jambi bergerak ke arah yang menggembirakan dan membanggakan.

“Saya mengucapkan selamat dan terimakasih kepada Rahma Yuniarsih atas sumbangsih karya novel Cahaya dari Pesantren. Sukses terus untuk Rahma,” ucapnya.

Sinopsis Sebuah Novel Cahaya dari Pesantren

Kehancuran mengajarkan ku bahwa jatuh itu selalu sakit. Namun, tak perlu buru-buru untuk menyembuhkannya. Karena, sebuah kehancuran akan membuat kita lebih baik jika kita bisa merubah rasa sakit itu dengan perlahan. Persis bagai roda yang berputar, begitulah kehidupan.

Merubah jalan hidupku, mengharuskan ku mencintai Allah lebih dari segalanya, merindukan apa yang pernah ku benci lalu belajar mencintainya. Kerumitan pun mengajarkan banyak hal berharga, bagai cahaya yang diselimuti kegelapan, namun ia selalu terang.

Memberi bukti bahwa orang terbejatpun bisa menjadi paling setia, bahkan menunjukkan bahwa kacang tak permah lupa dengan kulit, mengorbankan apa saja, dan membuat ku percaya bahwa cinta memang ada, dan cinta adalah kekuatan terbesar yang membuatku kembali bercahaya.

(Bahara Jati)

DRadio 104,3 FM Jambi