Beranda Advertorial Temui Kementrian ESDM, Gubernur Jambi Akan Tutup Permanen Illegal Drilling

Temui Kementrian ESDM, Gubernur Jambi Akan Tutup Permanen Illegal Drilling

JAMBI, AksesNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, meminta bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menutup secara permanen Sumur Minyak dari kegiatan penambangan ilegal (Illegal Drilling) di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi Fachrori Umar mengharapkan bantuan dari Kementerian ESDM untuk pemenuhan berbagai kebutuhan energi di Provinsi Jambi, termasuk soal penutupan permanen sumur minyak Illegal Drilling di Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, dan Sarolangun.

Hal tersebut merupakan salah satu poin yang disampaikan Gubernur Jambi saat bertemu Menteri ESDM, yang diwakili oleh Sekjen Kementerian ESDM Dr. Ir. Ego Syahrial, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/08/2019) kemarin.

Pada pertemuan tersebut, Fachrori Umar didampingi oleh Asisten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial (Asisten II), Kepala Dinas ESDM, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, berupaya memperjuangkan berbagai kebutuhan energi kepada Kementrian ESDM.

BACA JUGA: Aktivitas ‘Illegal Drilling’ Dilaporkan ke Kementrian ESDM

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan energi di Provinsi Jambi, dihadapan Sekjen Kementerian ESDM Dr. Ir. Ego Syahrial, Kepala Biro Perencanaan Harya Adityawarman, dan Kepala Biro Hukum Hufron Asrofi, Fachrori Umar menyampaikan 4 poin, yang terdiri dari sebagai berikut;

Bidang Minyak Bumi dan Gas

Percepatan proses dan persetujuan untuk mendapat alokasi gas terproses dari PT Pertamina Hulu Energi (PT PHE) Jambi-Merang, PT. Mandala Lemang Energy Pte. Ltd. yang akan digunakan oleh BUMD Provinsi Jambi bekerjasama dengan mitranya memproduksi Gas LPG, dan pembiayaan untuk penutupan permanen Sumur Minyak dari kegiatan Illegal Drilling sebanyak ± 2.000 sumur di Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, dan Sarolangun.

Bidang Energi Baru dan Terbarukan

Percepatan Proses Pembangunan PLTA Kapasitas 350 MW di Kabupaten Kerinci, pelaksana: PT Merangin-Kerinci Hydro, dan kelanjutan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Lempur Kabupaten Kerinci, pelaksana: PT. Pertamina Geothermal Energi (PGE), serta mohon Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal untuk Gedung Kantor Pemerintah, Pondok Pesantren, SMU dan SMK di Provinsi Jambi.

Bidang Ketenagalistrikan

Percepatan Proses Pembangunan PLTU Mulut Tambang Jambi 1 dan Jambi 2 di Kabupaten Sarolangun dengan Kapasitas masing-masing 2×300 MW, dan percepatan Proses Pembangunan Gardu Induk (GI) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

BACA JUGA: 31 Desa di Tanjabbar Belum Teraliri Listrik

Bidang Grologi dan Air

Penambahan Kuota Kegiatan Pembangunan Sumur Bor di Kabupaten se-Provinsi Jambi dari ± 10 unit/tahun. Pada tahun 2019 ini sebanyak 11 unit sumur bor akan dibangun di Provinsi Jambi dan ini meningkat pada tahun 2020 mendatang, Jambi akan mendapatkan 14 unit pembangunan sumur bor.

“Ini merupakan langkah nyata Pemprov Jambi agar daerah yang kesulitan air bersih dapat menikmati air dengan adanya sumur bor bantuan dari pemerintah pusat yang terus diperjuangkan oleh Pemprov Jambi,” kata Fachrori.

BACA JUGA: Kemarau dan Kekeringan Landa Jambi

Pada kesempatan tersebut, Fachrori Umar mengatakan Pemprov Jambi akan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat dengan terus membawa anggaran-anggaran dari pusat ke Provinsi Jambi.

Kedatangan Gubernur Jambi beserta rombongan diapresiasi oleh Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial. Menurutnya, Fachrori tak henti-hentinya memperjuangkan program pusat untuk masyarakat Jambi. “Ini menunjukkan kecintaan pemimpin kepada masyarakatnya,” pungkasnya. (Bjs/Hms)