Beranda Akses Selang Sehari, Jumlah Pasien Tunggu Hasil Swab Melonjak Jadi 91 Orang

Selang Sehari, Jumlah Pasien Tunggu Hasil Swab Melonjak Jadi 91 Orang

Sebaran kasus Corona di Provinsi Jambi pada Senin, 1 Juni 2020. Foto: Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi.
Sebaran kasus Corona di Provinsi Jambi pada Senin, 1 Juni 2020. Foto: Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi.

JAMBI, AksesNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mencatat sudah seminggu pasien positif Virus Corona (Covid-19) nihil atau tidak ada penambahan kasus baru. Namun, jumlah pasien yang menunggu hasil uji lab/swab selang sehari melonjak drastis.

Sebelumnya, jumlah pasien yang menunggu hasil uji swab hanya 22 orang dan hari ini, Senin 1 Juni 2020, menjadi 91 orang. Lonjakan ini juga menyusul tak adanya hasil swab yang keluar dalam seminggu terakhir sejak usai lebaran tanggal 25 Mei 2020.

Lamanya waktu menunggu hasil swab dari pusat menjadi salah satu kendala dalam mempercepat penanganan pasien positif Covid-19 di Jambi. Untuk mempercepat pemeriksaan swab di Provinsi Jambi, Pemprov Jambi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersinergi.

Hasil Swab Covid-19 di Jambi Lambat, Pemprov dan Pemkot Bersinergi

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah kembali mengumumkan perkembangan sebaran kasus Covid-19 di Provinsi Jambi pada, Senin (01/06/2020) sore, sekitar pukul 17.00 WIB.

“Hari ini, tak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Jambi. Total kasus masih tetap sama yakni 97 orang dan yang sembuh 15 orang, sedangkan sisanya 82 orang masih dalam proses perawatan,” kata Johansyah, Senin (01/06/2020) sore.

Sementara, untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) juga tetap sama seperti hari sebelumnya masih 86 orang dan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) terjadi penurunan 2, kini 50 orang.

Selain itu, Pemprov Jambi juga telah memperpanjang masa tanggap darurat Corona selama 33 hari kedepan hingga 1 Juli 2020 mendatang.

“Berdasarkan kajian Gugus Tugas dan instansi terkait, analisis risiko paparan secara epidemiologi dan sebaran Covid-19 di Jambi telah memasuki tahap membahayakan dan mengganggu kehidupan masyarakat sehingga diperlukan perpanjangan status darurat bencana,” kata Johansyah.

Sehubungan dengan perpanjangan status bencana non alam ini, segala biaya yang timbul dibebankan pada APBN dan APBD Provinsi Jambi tahun 2020. (Bjs)

DRadio 104,3 FM Jambi