Beranda Akses Buka Pengaduan, Masyarakat Diminta Lapor Jika Bantuan Covid-19 Bermasalah

Buka Pengaduan, Masyarakat Diminta Lapor Jika Bantuan Covid-19 Bermasalah

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah. Foto: Humas Pemprov Jambi
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah. Foto: Humas Pemprov Jambi

JAMBI, AksesNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui Inspektorat Provinsi Jambi membuka layanan pengaduan terkait bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) di tengah pandemi Covid-19.

Masyarakat Jambi bisa ikut mengawal penyaluran bantuan JPS ini apabila ditemukan kesalahan atau tak tepat sasaran, dengan mengirim pesan/WhatsApp ke nomor 081385836264 atau mengirimkan email ke dumas-jps@jambiprov.go.id.

“Nomor tersebut hanya menerima pesan pengaduan, bukan untuk pendaftaran penerima bansos Pemprov Jambi,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Senin (01/06/2020) sore.

Selang Sehari, Jumlah Pasien Tunggu Hasil Swab Melonjak Jadi 91 Orang

Johansyah juga menjelaskan, bahwa nomor tersebut tidak menerima telepon hanya pesan atau WhatsApp. Jika masyarakat ingin mengadukan atau menemukan masalah terkait bansos bisa mengirimkan pesan dengan mencantumkan nama, KTP, alamat lengkap dan aduan.

“Silahkan mengirimkan pesan aduan jika menemukan masalah terkait bansos di Provinsi Jambi. Dengan format: nama lengkap (spasi) nomor KTP (spasi) alamat lengkap (spasi) aduan,” kata Johansyah.

Bagi masyarakat yang menemukan masalah terkait bansos di Provinsi Jambi silahkan mengirimkan pesan pengaduan seperti salah sasaran, penyelewengan, pungli dan lain sebagainya.

Selain menjelaskan terkait Posko Pengaduan Salah Sasaran JPS Penanganan Dampak Corona Provinsi Jambi, Johansyah juga kembali mengumumkan perkembangan sebaran kasus Covid-19 di Jambi pada, Senin 1 Juni 2020.

“Hari ini, tak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Jambi. Total kasus masih tetap sama yakni 97 orang dan yang sembuh 15 orang, sedangkan sisanya 82 orang masih dalam proses perawatan,” kata Johansyah.

Sementara, untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) juga tetap sama seperti hari sebelumnya masih 86 orang dan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) terjadi penurunan 2, kini 50 orang. (Bjs)

DRadio 104,3 FM Jambi