Beranda Akses Pandemi Corona: Ribuan Buruh di Jambi Dirumahkan dan Kena PHK, Ini Datanya

Pandemi Corona: Ribuan Buruh di Jambi Dirumahkan dan Kena PHK, Ini Datanya

JAMBI, AksesNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi, mencatat wabah virus Corona (Covid-19) telah menyebabkan banyak pekerja/buruh yang dirumahkan hingga kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sejak merebaknya pandemi Corona ini, banyak buruh di Provinsi Jambi terkena dampaknya. Berdasarkan data per 30 April 2019-2020, terdapat 4.375 buruh yang dirumahkan sebanyak 4.356 orang dan 19 orang di-PHK dari beberapa perusahaan yang ada di Provinsi Jambi.

Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi Bahari mengatakan, ada beberapa perusahan yang terdampak Covid-19 yang sebagian merumahkan karyawannya dan ada juga yang PHK karyawannya.

Selain itu, pihaknya juga terus bersosialisasi ke setiap perusahaan untuk tidak mem-PHK karyawannya, seandai terjadi PHK diharapkan perusahaan memberikan hak-hak karyawannya sesuai dengan peraturan yang ada di Kemenakertrans.

“Pemerintah Provinsi Jambi melalui Disnakertrans selalu bersosialisasi bersama pihak perusahan agar tidak ada PHK selama Covid-19, seandai adanya PHK, perusahan harus memberikan hak-haknya sesuai peraturan,” kata Bahari, Jumat (01/05/2020).

Dalam rangka Hari Buruh Internasional (May Day) hari ini, Gubernur Jambi menyerahkan bantuan sosial paket sembako bagi pekerja/buruh yang dirumahkan/PHK dan masyarakat akibat dampak Covid-19.

Peringatan May Day, Fachrori: Pemprov Jambi Berupaya Tingkatkan Perhatian Kepada Buruh

Bahari menambahkan, sembako yang diserahkan merupakan bantuan dari para perusahaan kepada buruh dan pekerja sektor informal.

“Selamat Hari Buruh, May Day, semoga kedepannya kaum buruh dapat menanamkan harapan dan semangat dalam diri, untuk berkerja lebih baik lagi, sehingga menciptakan tenaga buruh yang baik dan professional,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Korwil Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Provinsi Jambi Roida Pane mengatakan akibat pandemi Corona, tak tanggung-tanggung dan tidak sedikit buruh yang harus dirumahkan bahkan kena PHK.

“Bertahan ditengah pandemi virus Corona juga sulit dilakukan pengusaha. Untuk itu, kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (Bjs)