Beranda Akses Polres Tanjab Barat Sukses Akhiri Persoalan Pembangunan Gereja di Tebing Tinggi

Polres Tanjab Barat Sukses Akhiri Persoalan Pembangunan Gereja di Tebing Tinggi

Polisi selesaikan permasalahan pembangunan Gereja di Tebing Tinggi, Tanjab Barat.
Polisi selesaikan permasalahan pembangunan Gereja di Tebing Tinggi, Tanjab Barat.

TANJABBAR, AksesJambi.com – Polres Tanjung Jabung (Tanjab) Barat berhasil melakukan upaya mitigasi terkait dengan permasalahan pembangunan Gedung Baru Gereja Santo Yusup yang berada di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjab Barat.

Permasalahan pembangunan Gedung Gereja Santo Yusup sudah berlarut-larut terjadi dan tidak terselesaikan. Bahkan atas hal ini memicu sejumlah gesekan-gesekan pada masyarakat sekitar yang awalnya menolak kehadiran Gedung Gereja Santo Yusup.

Tidak hanya itu, disampaikan oleh Kapolres bahwa dengan penolakan ini, sejumlah masyarakat bahkan sempat melakukan penyegelan terhadap gedung Gereja Santo Yusup. Tidak hanya itu, berjalannya waktu isu-isu pembongkaran juga santer terdengar.

“Permasalahannya itu terkait Perselisihan pembangunan Gereja Santo Yusup yang sudah satu tahun bergulir dan sempat di warnai dengan pemasangan segel serta isu pembongkaran. Ini yang coba kita selesaikan,” sebut Kapolres.

Terhadap permasalahan ini, Kapolres Tanjabbar bersinergitas dengan semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kata Kapolres melalui upaya mitigasi dan Gerakan Bersama Kebhinekaan Beragama dan Pancasila Sakti (GEMA BAKTI) didasari toleransi lahir batin, akhirnya semua pihak berdamai dan membuat kesepakatan.

“Hari ini melalui upaya mitigasi didasari toleransi lahir batin tercapai kesepakatan demi kerukunan dan merawat kebhinekaan dengan toleransi masyarakat tebing tinggi disepakati untuk mendukung keberlanjutan pembangunan gereja baru Santo Yusup,” ungkap Kapolres

Kembali disampaikan oleh Kapolres bahwa pihaknya juga melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dalam menyelesaikan persoalan ini. Terhadap hal ini sebagai apresiasi Kapolres memberikan penghargaan berupa piagam tebing tinggi.

“Jadi piagam tebing tinggi ini berisikan kesepakatan masyarakat Tebing Tinggi untuk merawat kebhinekaan, menjaga toleransi beragama, menjamin kebebasan beribadah sesuai keyakinan dan memelihara kerukunan antar umat beragama serta menjaga keutuhan NKRI,” tutur Kapolres.

“Kita harapkan seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Tanjab Barat yang telah lama dikenal sebagai wilayah yang aman, beragam suku, agama namun saling menghargai dan ini yang kita harapkan terus terjaga,” pungkasnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi