Beranda Akses Sempat Ingin Dinikahi, Keluarga Korban Pencabulan Minta Rp 100 Juta

Sempat Ingin Dinikahi, Keluarga Korban Pencabulan Minta Rp 100 Juta

TANJABBAR, AksesJambi.com – Penangkapan tersangka kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur berinisial M (16) warga Palembang yang dilakukan AG (31) tersebut, sempat akan dinikahkan namun batal, lantaran orang tua korban meminta uang Rp 100 juta.

Ayah tersangka berinisial AD, mengatakan jika anaknya tersebut sempat akan dinikahkan dengan korban. Namun, hal itu batal lantaran keluarga korban meminta uang Rp 100 juta.

“Waktu itu saya ke rumah keluarga korban bersama anak saya, waktu itu sepakat mau nikah. Malam itu, kesepakatan Rp 25 juta saya sanggupi, tapi pas paginya berubah keluarganya minta Rp 100 juta. Ya, kita gak mampu,” kata ayah tersangka, Sabtu (29/08/2020).

Menurutnya, selama M (16) tersebut tinggal di rumah anaknya yang berada di Kecamatan Betara tersebut, dirinya tidak mengetahui. Bahkan dirinya sempat beberapa kali ke rumah itu, tidak melihat wanita M yang saat ini berstatus korban.

“Saya beberapa kali kesana, tapi ngak lihat,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menyebutkan jika ada satu hari dirinya datang. Saat itu, dirinya mencurigai karena tempat tidur rusak.

Modus Belajar Online di Rumah, Guru SD di Tanjab Barat Setubuhi Siswi SMA

“Miring tempat tidurnya rusak, saya langsung perbaiki. dia (tersangka, red) mengatakan biarlah nanti aku baiki,” sebutnya.

Namun, saat istrinya AD datang melihat rumah anaknya, dirinya menemui sang perempuan M (korban) di rumah anaknya itu. Seketika itu, dirinya langsung dihubungi oleh istrinya jika ada anak tersebut.

“Langsung waktu itu saya dan istri bawa M dan anak saya ke rumah saya,” ucapnya.

Ketika itu, dirinya sempat mempertanyakan kenapa wanita itu di rumah anaknya. Padahal itu bukan suami istri.

“Jadi saya bawak ke rumah saya tanyain maunya apa dan gimana,” ungkapnya.

Belum Menikah dan Tinggal Serumah, Sudah 10 Kali Berhubungan Badan

Saat itu, dirinya meminta wanita itu untuk menghubungi keluarga. Namun, saat itu dia tidak ingin menghubungi keluarga. Namun, setelah didesak akhirnya dia menghidupkan Handphone (Hp).

“Hp-nya dimatikan selama di Betara,” ucapnya.

Setelah dihubungi keluarga dan sempat saling tangis via Hp. Akhirnya keesokan harinya pulang sang wanita itu.

“Yang antarkan AG pakai motor ke simpang Rimbo pulang ke Palembang saya ongkosi Rp 150 ribu. Baru beberapa hari lagi, saya dan anak nyusul kesana bahas ini semuanya,” pungkasnya. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi