Beranda Akses Modus Belajar Online di Rumah, Guru SD di Tanjab Barat Setubuhi Siswi...

Modus Belajar Online di Rumah, Guru SD di Tanjab Barat Setubuhi Siswi SMA

TANJABBAR, AksesJambi.com – Tim Petir Polres Tanjab Barat mengamankan AG (31) seorang pria berperan sebagai mentor Bimbel Online di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Jumat (28/08/2020).

AG ditangkap karena dilaporkan telah mencabuli salah satu siswi kelas 1 SMA di Betara yang menjadi peserta bimbel yang dibuatnya.

Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro dikonfirmasi membenarkan penangkapan AG selaku mentor Bimbel Online, karena terlibat kasus pencabulan.

“Pelaku ditangkap di rumahnya di RT 02, Betara III, Desa Pemarang Lumut, Kecamatan Betara sekitar pukul 00.30 WIB,” ungkap Kapolres, Sabtu (29/08/2020).

Guntur mengatakan, kasus pencabulan terhadap siswi sangat memprihatinkan. Apalagi dilakukan oknum guru memanfaatkan situasi belajar online di masa pandemi Covid-19.

“Modus pelaku yakni dengan membuka Bimbel Online via WhatsApp Group ‘Belajar Club’ terhadap siswa SMA dan bujuk rayu korban untuk belajar ke rumah degan maksud memudahkan untuk mensetubuhi korban,” jelasnya.

Melalui Grup Belajar Club, dimana pelaku seorang guru honorer di salah satu SD di Pematang Lumut berperan sebagai mentor dalam grup tersebut.

Korban M (16) termasuk anggota yang aktif bertanya dalam grup tersebut, hal tersebut membuat komunikasi antara keduanya berjalan intens.

“Namun sebagai mentor, pelaku tidak menyebutkan identitasnya sebagai guru honorer SD hanya menyebutkan ahli di mata pelajaran Matematika dan Kimia,” kata Kapolres.

Belum Menikah dan Tinggal Serumah, Sudah 10 Kali Berhubungan Badan

Menurut Kapolres, kejadian yang menimpa siswi kelas 1 SMA itu pada 15 Februari 2020 lalu. Pelaku mengajak korban ke Jambi dan korban memberanikan diri ke Jambi. Aksi bejat pertama kali dilakukan di rumah pelaku pada waktu subuh.

Celakanya selama bersama pelaku, korban tidak diperkenankan keluar rumah, Hp korban juga dikuasi pelaku. Korban pun tak diizinkan pulang.

“Dalam melancarkan aksinya, pria yang berstatus bujangan ini juga mengimingi korban untuk didaftarkan PNS,” katanya.

Kasus ini terbongkar setelah keluarga korban mengetahui rumah pelaku, dan meminta korban untuk pulang. Sesampainya di rumah, korban bercerita kepada orang tuanya bahwa korban telah mengalami peristiwa pencabulan.

Sempat Ingin Dinikahi, Keluarga Korban Pencabulan Minta Rp 100 Juta

“Atas kejadian tersebut, orang tua korban melaporkan kejadian ke Polres Tanjung Jabung Barat. Berdasarkan laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku,” ungkap Kapolres.

Saat ini, pelaku diamankan di Mapolres Tanjab Barat untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Pelaku akan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan anak.

Selain itu, Kapolres juga mengungkapkan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini karena kuat dugaan korban tindakan asusila pelaku tidak hanya satu namun beberapa siswi lainnya juga dimungkinkan mengalami hal yang sama.

“Karenanya, kita harap jika ada siswi lainnya yang menjadi korban tindak asusila pelaku untuk segera dapat melaporkannya kepada petugas,” pungkasnya. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi