Beranda Akses Polres Tanjab Barat Mapping: 4 Kecamatan Zona Merah Karhutla

Polres Tanjab Barat Mapping: 4 Kecamatan Zona Merah Karhutla

TANJABBAR, AksesJambi.com – Polres Tanjung Jabung (Tanjab) Barat mendeteksi Empat kecamatan di Kabupaten Tanjab Barat masuk dalam zona merah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Empat Kecamatan tersebut yakni Senyerang, Batara, Tungkal Ulu dan Pengabuan.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro mengatakan, pihaknya telah melakukan Mapping (Pemetaan) di kawasan-kawasan yang di anggap sebagai rawan Karhutla seperti tragedi pada tahun 2019 lalu.

“Ini berdasarkan data tahun 2019 lalu, dan kita petakan menjadi zona merah,” katanya, Sabtu (29/02/2020).

Dalam pencegahan, Guntur mengajak seluruh pihak baik itu pemerintah, swasta dan masyarakat agar dapat bekerjasama dalam melakukan pencegahan tejadi Karhutla di Tanjab Barat maupun di wilayah lain.

“Kita perlu bergerak di semua sektor, baik itu masyarakat, kita sendiri (red,Polisi), TNI dan pihak lainnya,” tegasnya.

Terpenting, Guntur meminta kepada perusahaan untuk melengkapi sarana prasarana (Sapras) sebagaimana di atur dalam Peraturan Gubernur, Seperti menara api, embung air dan personil pemadam kebakaran.

Prihal Keselamatan, Guntur mengingat kepada perusahaan agar menyiapkan personil yang sudah terlatih, sebab jika perusahaan menyiapkan personil pemadam kebakaran yang tidak terlatih, hal itu akan membahayakan keselamatan para pemadam itu sendiri.

“Harus yang sudah terlatih dan paham penanganan karhutla, jangan sembarang,” tegasnya.

Dalam siaga aparat terhadap Karhutla, Guntur mengungkapkan pihaknya saat ini tengah di lakukan pembentukan desa peduli api di Kabupaten Tanjab Barat. Tunjuannya adalah untuk membuat masyarakat sadar api agar Karhutla tidak terjadi.

“Kita bangun komunikasi kepada desa-desa dan kita akan buatkan dan bimbing desa peduli api,” sebutnya.

Lanjutnya, pihanya telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Badan Restorasi Gambut Daerah (BRGD) dan BRG Pusat. Hal itu di lakukan untuk pemetaan kawasan yang rawan kebakaran untuk di buatkan sumur sumur bor yang nantinya saat bencana dapat digunakan.

Selain sumur, Guntur juga melakukan pemantauan pembuatan kanal dan embung air untuk mencegah Karhutla. (*)

DRadio 104,3 FM Jambi