Beranda Akses Meski Menurun, Lahan Terbakar di Jambi Masih Tembus 1.000 Hektare

Meski Menurun, Lahan Terbakar di Jambi Masih Tembus 1.000 Hektare

JAMBI, AksesNews – Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Duad mengatakan bahwa luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi pada tahun 2020 menurun signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

“Karhutla tahun 2019 di Jambi seluar 11.736 hektare pada tahun 2019 menjadi 1.132 hektare pada tahun 2020,” kata Ardy Daud dalam konferensi pers di Posko Penanggulanngan Karhutla Provinsi Jambi, di Terminal Lama Bandara Sultan Thaha Jambi, Sabtu (28/11/2020) siang.

Hasil evaluasi Tim Satgas Karhutla, untuk tahun 2020, kata Ardy Daud, ada penurunan yang sangat signifikan terhadap luasan karhutla yang terjadi dibandingkan dengan tahun 2019 yang lalu, berdasarkan laporan Kepala BPBD Provinsi Jambi.

Ardy Daud menyatakan bahwa, tanggal 30 November 2020 Status Siaga Darurat Bencana Karhutla Provinsi Jambi akan diakhiri.

“Hari ini kami jajaran Forkopimda, khususnya Satuan Tugas Siaga Darurat Karhutla, tadi kami mengadakan rapat untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Siaga Darurat Bencana Karhutla, yang kita mulai Juli 2020 hingga tanggal 30 November 2020 ini,” ujar Ardy Daud.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan oleh Satgas, disamping dukungan cuaca atau iklim sepanjang tahun 2020 ini, antara lain pemantauan, pengendalian lapangan dan operasi di darat yang dilakukan lebih cepat satu bulan sebelum musim kemarau oleh jajaran TNI-Polri, Manggala Agni dan masyarakat.

“Pemerintah juga telah melakukan klasterisasi terhadap seluruh perusahaan yang ada di lapangan, untuk memudahkan koordinasi. Tahun ini, Tim Polda juga telah menginisiasi aplikasi monitoring Karhutla Asap Digital. Kemudian kita mendirikan Posko di Sadu dan di Berbak,” jelas Ardy Daud.

Sepanjang 2020, Tak Ada Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Jambi

Satgas, lanjut Ardy Daud, melakukan beberapa review untuk tindak lanjut tahun yang akan datang, jadi sesudah tanggal 30 ini, Satgas selesai, tetapi jajaran Forkopimda akan melanjutkan menysusun rencana kerja atau road map untuk penanganan karhutla di tahun 2021. Ini nanti akan disesuaikan kondisi iklim dan cuaca tahun 2021.

“Tadi Kepala BMKG telah melaporkan, untuk tahun 2021, musim hujan akan berkurang sekitar Februari. Jadi, Langkah penanganan akan segera kita susun, sehingga nanti langkah penangannaanya akan lebih terkoordinir, lebih siap, masuk dalam perencanaan, termasuk juga nanti dukungan anggaran. Kita juga akan merekomendasikan beberapa langkah yang lebih permanen untuk penanganan karhutla,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menyatakan, anggaran untuk operasi darat dibantu melalui APBD, yaitu APBD Perubahan mendahului sekitar Rp 600 juta untuk pasukan yang bergerak di 3 titik yakni Medak, Sadu, dan Berbak. Dukungan helikopter bantuan dari BNPB.

Konferensi pers tersebut dilaksanakan usai peninjaun udara menggunakan helikopter terhadap karhutla di Jambi oleh Pjs Gubernur Jambi bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI M. Zulkifli, Dirkrimsus Polda Jambi Kombespol Edy Faryadi, dan Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah. (Bjs/Hms)

DRadio 104,3 FM Jambi