Beranda Akses Cerita Barista Asal Jambi yang Berkarir di Arab Saudi

Cerita Barista Asal Jambi yang Berkarir di Arab Saudi

JAMBI, AksesNews – Jadi Batista di luar negeri, Rela tinggalkan kuliah demi perekonomian keluarga, mungkin itu “Jalan Ninjanya” (Istilah Manga Naruto).

Redy Nazrul Hamzah, merupakan seorang Barista asal Jambi, Indonesia yang saat ini bekerja di Kedai Octane yang terletak di Riyadh, Arab Saudi. Pekerjaannya di sana tetaplah menyeduh kopi untuk pelanggan.

Tentunya sebelum sampai negeri rantau, pemuda yang kerap dipanggil Redy ini harus mengorbankan waktu dan pendidikannya. Sebelumnya pun dirinya juga belajar menyeduh kopi di Kota Jambi.

Belajar Seduh Kopi dan Dapat Kesempatan

Redy mengatakan bahwa sebelum menjadi barista di Arab Saudi, ia sempat bekerja di salah satu kedai kopi yang terletak di Kota Jambi. Di Kedai inilah ia mulai belajar dan menjadi barista profesional.

Setelah ia berhenti bekerja sebagai barista di Kota Jambi, seorang teman menawarkan pekerjaan sebagai barista di kedai yang terletak di Arab Saudi tersebut.

“Di Coffee Shop itu (di Kota Jambi) aku kenal dengan seorang teman bernama Robi, setelah kami berhenti dari kedai itu, beberapa bulan kemudian Robi sudah di Arab dan menawarkan kerja sebagai barista di sana,” kata Redy melalui Whatsapp, Rabu (19/11/2020).

Redy kemudian menerima tawaran itu, sehingga konsisten menjadi barista di Arab Saudi, walaupun tidak menyelesaikan kuliah di Universitas Jambi sejak tahun 2015.

“Menurutku itu kesempatan besar untuk memperbaiki kehidupan keluarga, dengan konsekuensi melepaskan kuliah,” katanya.

Sempat Putus Kontak dengan Keluarga

Awalnya, Redy sempat kesulitan untuk menghubungi keluarganya di Jambi.

“Selama 3 minggu awal, sebelum Kartu Tanda Penduduk kami jadi, kami tak bisa punya SIM Card untuk ponsel. Selama itu pula kami tidak bisa hubungi keluarga, sehingga keluarga kami cemas,” tuturnya.

Bahasa Jadi Tantangan

Saat bekerja ada kalanya ia kesulitan berinteraksi dengan pelanggan di sana. Selain ada pelanggan yang tidak bisa menggunakan bahasa inggris, bahasa arab yang digunakan di sana cenderung berbeda dengan yang dipelajari saat di Indonesia.

“Bahasa arab yang kita pelajari di Indonesia berbeda dengan yang di sini, semacam bahasa gaulnya. Tapi lambat laun kami bisa beradaptasi,” ungkap Redy.

Redy pun sudah bisa akrab dengan pelanggannya. “Alhamdulillah sejauh ini baik-baik dan ada yang sudah seperti kawan,” katanya.

Sajikan Minuman Sesuai Musim

Mengenai apa yang dibeli pelanggan, Redy menyampaikan bahwa minuman yang dipesan bergantung pada musim. Saat musim dingin, banyak pelanggan yang memesan Flat White. Sedangkan saat musim panas, Ice Spanish menjadi minuman yang paling banyak dipesan.

Sebagai barista dari Indonesia, Redy tidaklah sendirian. Ada Viona barista laki-laki asal pulau Jawa yang menjadi teman sekamarnya.

Redy dan Viona sudah menjadi barista di Arab Saudi selama sekitar satu tahun. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi