Beranda Akses Cegah Konflik, BKSDA Jambi Evakuasi Puluhan Buaya di Penangkaran Terbengkalai

Cegah Konflik, BKSDA Jambi Evakuasi Puluhan Buaya di Penangkaran Terbengkalai

Jambi, AksesNews – Puluhan buaya di penangkaran terbengkalai, sekitar Desa Kebon IX Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, mulai dievakuasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Sabtu (25/9).

Evakuasi ini dilakukan untuk mencegah konflik antar warga dan buaya, setelah kemunculan beberapa buaya di sungai Talang Kerinci dan di tengah permukiman, tidak jauh dari penangkaran tersebut.

BKSDA Jambi dibantu TNI-Polri dan warga sekitar. Jumlah yang terlibat sekitar 15 orang.

Hari ini 2 ekor buaya muara yang berhasil dievakuasi. Ukurannya hampir sama, yakni sekitar 4,5 meter. Sedangkan bobotnya berkisar 450 kilogram.

Penangkapannya dilakukan dengan cara yang sederhana, yakni dengan menggunakan tali dan tongkat. Setelah terjerat, buaya ditarik dengan menggunakan tenaga manusia dan mobil, lalu tangan buaya diikat dan mulutnya ditutup mengunakan karung.

Diperkirakan Kepala Tim Penyelamat Hewan BKSDA Jambi, Sahron, buaya yang harus dievakuasi berjumlah di atas 20 ekor. Usianya sekitar 20 sampai 30 tahun.

Penangkapan sejumlah buaya ini tidak mudah untuk dilakukan. Sehingga belum tahu sampai beberapa hari.

“Tidak bisa ditargetkan. Ini binatang yang ganas. Bisa jadi 10 hari prosesnya,” tuturnya.

Buaya tersebut, kata Sahron, akan dibawa ke Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, sebelum dilepasliarkan.

“Nantinya, kita juga koordinasi untuk mencari tahu lokasi pelepasan yang cocok. Jadi saat ini, tahap rehabilitasi dulu di Bulian,” kata Sahron.

Sementara itu, Yogi, warga Desa Kebun IX, merasa bersyukur dengan ada proses evakuasi tersebut. Sehingga ke depan warga sekitar merasa aman, dan tidak lagi menemukan buaya di sungai.

“Soalnya banyak anak-anak yang main ke sungai. Sering tampak, tapi baru inilah yang ditindaklanjuti,” tuturnya.

Sepengetahuan Yogi, penangkaran yang berumur sekitar 30 tahun tadi, belum pernah direnovasi.

“Yang kami tahu ya, kayaknya belum pernah direnovasi,” tuturnya.

Perlu diketahui, penangkaran buaya dimiliki secara pribadi. Beberapa tahun belakangan tidak terurus lagi. Namun, pemiliknya sudah menyerahkan buaya tersebut kepada BKSDA Jambi.

(Sob)

 

 

 

DRadio 104,3 FM Jambi