Beranda Akses Proyek Pembangunan Pintu Air di Batanghari Terancam Tak Selesai

Proyek Pembangunan Pintu Air di Batanghari Terancam Tak Selesai

BATANGHARI, AksesJambi.com – Tim Pengawal, Pengaman, Pemerintahan Dan Pembangunan Daerah (TP4D) Batanghari diminta serius untuk melakukan pengawasan atau mendampingi terhadap proses Pembangunan pintu air pengatur banjir dan turap yang berada di Kelurahan Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

Proyek pembangunan tersebut, yang dikerjakan oleh PT Artha Sari Perkasa ini diduga banyak yang tidak sesuai dengan spek pekerjaan, baik itu pada kualitas besi dan juga pasangan cincin besi yang tidak sesuai dengan gambar bangunan.

“Coba dilihat dulu proses pembangunan pintu air ini, apakah benar dengan dugaan masyarakat yang dinilai tidak sesuai dengan speknya dalam pembangunan pintu air ini,” kata Abdurrahman Sayuti, SH, Praktisi Hukum Batanghari, Selasa (25/09/2018)

Selain itu, ia juga mengatakan, sebagaimana diketahui terbentuknya TP4D merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2015 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi tahun 2015 yang kemudian ditindaklanjuti dengan surat keputusan jaksa agung Nomor: KEP-152/A/JA/10/2015 tanggal 1 Oktober 2015 tentang pembentukkan TP4D Kejaksaan RI.

“Tugas dan fungsi TP4D yaitu untuk melakukan pengawalan dan pendampingan hukum dalam pembangunan daerah, melalui upaya-upaya persuasif dan preventif,” katanya.

Sementara itu Anto, yang merupakan salah satu warga Rengas Condong mengatakan, pada proses pembangunan proyek ini, negara mengeluarkan anggaran sebesar Rp 3.448.970.59 dan anggaran ini cukup besar untuk pembangunan pintu air pengatur banjir tersebut.

“Kuat dugaan pada pemasangan cincin besi pada lantai pintu air ini tidak sesuai dengan gambar dan ini harus di perhatikan, karena pembangunan ini tidak jauh dari arus lintas jalan Perkantoran Pemkab Batanghari,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, ia mengatakan pembangunan pintu air pengatur banjir dan turap terancam tidak selesai. Saat ini proses pembangunannya hanya baru sebatas lantainya saja.

“Sedangkan pada pemasangan pintu air yang terbuat dari besi ini dipasang memakan waktu yang lama dan terlihat besi-besi lainnya juga baru tersusun dan ini harus diperhatikan, karena pembangunannya menggunakan keuangan negara,” pungkasnya. (Abd)

DRadio 104,3 FM Jambi