Beranda Akses 3 Balita di Tanjab Barat Meninggal Akibat DBD

3 Balita di Tanjab Barat Meninggal Akibat DBD

TANJABBAR, AksesJambi.com – Tiga orang Bayi dibawah Lima tahun (Balita) di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dongue (DBD).

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Arida Santi Oren melalui Ermadayanti, Kasi Penyakit Menular di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanjab Barat, Selasa (25/08/2020).

Ketiga balita yang meninggal dunia tersebut karena mengalami DBD. Ketiganya, kata Ermadayanti, terlambat mendapatkan penangganan.

“Sampai dengan Agustus ini ada tiga kasus bayi umur dibawah 5 tahun yang meninggal dunia karena DBD. Ini karena terlambat penangganan,” sebutnya, Selasa (25/8/2020).

Kata Ermadayanti, dalam situasi Pandemi Covid-19 ini masyarakat enggan untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau klinik kesehatan. Termasuk terhadap tiga anak tersebut, sehingga terlambatnya pertolongan membuat tiga anak tersebut meninggal dunia.

“Jadi masyarakat anggapnya demam biasa, dan takut untuk bawa anaknya berobat karena situasi Covid-19. Jadi tiga kasus itu memang terlambat penangganan, karena orang tuanya takut untuk memeriksakan anaknya,” kata Ermadayanti.

Kabupaten Tanjab Barat sendiri memiliki wilayah endemik DBD, yakni Kecamatan Tungkal Iir. Sementara itu, tiga anak yang meninggal juga berasal dari Tungkal Ilir.

Selain itu, Ermadayanti juga menyebutkan bahwa, pada tahun 2019 lalu terdapat dua anak dibawah usia 5 tahun yang juga meninggal dunia.

“Tahun lalu itu ada dua kasus, anak dibawah usia 5 tahun juga meninggal dunia. Sekarang ini baru sampai Agustus dan sudah ada 3 kasus,” terangnya.

Ermadayanti meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan sekitar rumah dan menerapkan pola hidup sehat. Termasuk dengan melakukan upaya kontrol terhadap kebersihan air dan kemungkinan tempat-tempat yang menjadi perkembang biakan jentik nyamuk.

Apalagi kondisi daerah Tanjab Barat yang memang kebanyakan menampung air hujan. Bak tampungan air ini yang perlu di perhatikan, jika memang ada jentik-jentik nyamuk bisa dikuras atau dibersihkan atau mungkin dengan bubuk larva sida.

“Untuk yang sakit, terutama anak-anak jika panasnya tinggi selama tiga hari, segera bawa ke klinik atau puskesmas. Biar dicek, karena tau nya DBD atau bukan dari cek darah,” pungkasnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi